Home » , , » Katakan Putus Asli Atau Rekayasa?

Katakan Putus Asli Atau Rekayasa?


Oleh: Gusti Aditya

Astaghfirullah. Lagi-lagi blogku aku isi dengan artikel yang tidak berbobot dan bacaan sampah lagi. Namun sepertinya aku perlu menulis tentang hal ini dan membuka mata batin para remaja kekinian yang sering kali aku pojokan. Dengan tidak menaruh rasa hormat, aku akan menelanjangi sebuah acara reality show atau tontonan wajib bagi remaja kekinian saat ini. Ya, acara Katakan Putus.

Beberapa bulan yang lalu aku pernah melihat acara ini hanya sekelebat saja. Sebuah acara seperti pendahulunya, yaitu Termehek-mahek. Namun bedanya acara ini hanya mengurusi masalah para remaja yang ingin menyudahi hubungan "tidak jelas" mereka. Remaja yang baru mengenal cinta dan tak tahu esensi dari kata cinta, sudah berani menghubungi tim katakan putus yang sangat sibuk.

Oke kita lanjut, pertama melihat hanya sekitar satu segmen, aku kira acara ini bergenre komedi atau plesetan dari acara sebelumnya yang sudah aku sebutkan di atas. Sungguh bodohnya aku, ternyata acara ini mengusung genre reality show yang menjual "kenyataan" kepada para penontonnya yang notabene para remaja. Iya, remaja. Dengan segenap jiwa menggelora dan pikiran yang relatif masih segar. Dan apa yang terjadi? Mereka menerima dan mempercayai acara ini secara mentah-mentah. Yang bodoh aku atau siapa?

Baca Juga:
>>>Puisi-puisi Menarik Karya Kawan<<<
>>>E-Book Gratis Buku-buku Terkenal<<<
>>>Artikel Menarik Lainnya<<<

Uniknya, banyak argumen atau artikel yang membahas acara ini mulai dari segi mental remaja hingga hak-hak siar dalam dunia pertelevisian. Ada yang pro dan ada yang kontra dalam hal ini. Aku rasa itu adalah hal yang lumrah, atau ini salah satu bagian dari rencana mereka untuk meningkatkan pamor dan rating mereka? Jika iya, berarti saya telah membantu acara lawak ini dalam menjalankan strateginya.

Aku tidak melarang anda untuk melihat acara "berbobot" ini. Karena aku sangat yakin, orang pandai yang melihat acara ini akan tertawa karena akting busuk yang mereka peragakan, jika orang bodoh akan ikut emosi dan mengikuti jalan ceritanya dengan serius, dan orang idiot akan menulis sebuah tulisan untuk membantu meningkatkan pamor mereka. Aku contohnya.

Menuduh tanpa bukti rasanya sangat bodoh dan dangkal ya. Tapi akulah salah satu orang bodoh dan dangkal tersebut, hehe. Rasanya sebuah bukti tidak perlu aku tayangan kepada anda karena pertunjukan yang mereka perlihatkan sangat "absolut" dan sangatlah drama, berlebihan, dan mudah ditebak. Aku hanya akan memaparkan spekulasi dan pendapat saja. Jadi, kebenaran atau ketepatan spekulasi dariku tidak bisa dipertanggungjawabkan. Namun aku mencoba melihat beberapa episode mereka di sebuah sosial media bernama youtube.

Pertama, segala moment sangatlah tepat waktu dan terekspos oleh kamera. Mulai dari digerebek guru mereka saat membolos, memergoki pacar yang sedang selingkuh, berkelahi dengan tokoh lain, dan drama-drama kecil lain yang mereka suguhkan dengan sangat manis dan memikat. Hanya dengan bermodalkan satu panca indera, yaitu mata saja kita sudah bisa mengetahui bahwa acara ini rekayasa. Belum yakin?

Kedua, para klien mereka sebenarnya adalah pemain iklan atau hasil dari casting. Ya, banyak yang mempertanyakan mengapa para pemain di acara ini berfisik menarik? Mengapa tidak yang "nampak" seperti mahasiswa kosan yang penuh kantung mata dan lipatan dalam bajunya? Apakah hanya kaum berfisik menarik saja yang bisa bermain dengan cinta? Wah, kok aku sampai bahas fisik. Ndak baik.

Ketiga, volume suara yang sangat jelas walau para kru sedang "mengintai" mereka. Tentunya, sejauh apapun jarak yang membentang antara si cast dengan si kru, suara si cast pasti terdengar jelas. Ditambah dengan subtitel yang sangatlah tidak dibutuhkan karena pembicaraan si cast sudah sangat jelas. Lucunya, para kru seperti sedang membawa alat seperti corong atau apalah aku tidak tahu namanya. Namun yang jelas, jika si cast tersebut kamu buka bajunya, pastilah terselip mikrofon di bajunya. Hihihi.

Oh iya, ada sebuah blog yang memaparkan argumen bahwa acara ini memang settingan, tapi apa salahnya jika kita hanya menikmati, toh gratis. Aku hanya tertawa saat dia memposting pos terbarunya tentang bahaya menonton sinetron anak jalanan. Duh dek, banyak juga orang bodoh karena hal sepele. Setidaknya bodoh ku berkelas, bodoh karena banyak pilihan kartun di minggu pagi yang harus ku tonton. Bukan bodoh karena mencari berjuta alasan untuk meminta motor plastik busuk kepada orangtua yang banting tulang mencari nafkah.

Setidaknya hanya itu yang bisa aku sampaikan karena tidak kuat melihat adegan demi adegan di youtube. Hatiku seperti teriris saat melihat hubungan yang mereka bangun akhirnya kandas. Apakah ini yang namanya panggilan ilahi? Aku merasa berdosa menulis beberapa paragraf di atas. Aku tonton satu episode lagi. Dan tampaknya aku mulai sadar bahwa acara ini adalah acara yang benar-benar tidak mendidik. -_____-

Mybllshtprspctv®

68 komentar:

  1. Kerenz bro,mantap tuh moga berjaya blognya,amin.;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Gan :) sering-sering mampir Gan. Kita membual bersama. :D

      Delete
  2. Mantap bro,kerenz bahasanya jozz dah,moga berjaya bro,amin ;).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin aminnn Gan :D baru belajar nulis ini gan. Sering-sering mampir ya Gan.

      Delete
  3. Mantap bro,bahasanya kerenz moga berjaya.amin ;)

    ReplyDelete
  4. Mantap moga berjaya blognya amin,and kerenz bahasanya ;).

    ReplyDelete
  5. Saya jg mikir itu acara settingan. Keliatan jelas bngt tp banyaknyg nonton loh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin di situ letak seninya mbak :D terimakasih sudah mampir, seeing-sering mampir ya mbak :)

      Delete
  6. iya saya juga sependapat.apa lagi kalo ngumpet pura pura gak kliatan dan host nya yg sok.

    ReplyDelete
  7. klo acata tu lagi tayang, pasti adikku ma kawan2nya nonton sampe nunjukin muka kesel, marah, palak ihh pokoknya banyaklah, sampe sangking bencinya ma acara itu pasti ku hilangin kode frekuensinya , ku setting biar berubah tu kodenya suaranya biar nonton acara bisu,, kapok loeee,,, acungkan 2 jari tengah tuk acara yg tak ada manfaatnya itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah jadi korban katakan putus? Hahaha

      Delete
  8. iya gan, udah keliatan aktingnya.. masa bertengkar gk berani nonjok kek bawa clurit kek

    ReplyDelete
  9. Mantep bgt artikel nya brooo...
    Saya suka darah tinggi kalo liat ada temen atau keluarga yg nonton acara ini, rasa nya pengen tak datengin tu TransCorp, sudah acara nya bagus2 eh malah di coreng sama acara kampret ginian

    ReplyDelete
  10. Bner tuh.. Msa tiap tyang,,, psti smpai hari k 2-3 pdhl tiap Hr snin-jmt tyang truzz.

    ReplyDelete
  11. Udah bukan rahasia lg. Orang indonesia memang suka hidupnya berderama. Makanya siaran yg seperti di bahas diatas. Itu banyak favoritnya.

    ReplyDelete
  12. jelas rekayasa nya.krn dgn pengintaian bbrp hari selalu tepat tapi ada ketika user nya menginggal kalau hanya rekayasa kebangetan ya mainan nyawa orang hehe

    ReplyDelete
  13. aku curiga dengan acara katakan putus,ntah asli atau rekayasa,soalnya pas pengintaian si target[cewek]pas mau duduk aku liat di balik baju pinggul belakangnya smacam ada bentuk clip on gitu,padahal target lho,dstu aku langsung curiga jgn2 ini acara setingan...

    ReplyDelete
  14. aku curiga dengan acara katakan putus,ntah asli atau rekayasa,soalnya pas pengintaian si target[cewek]pas mau duduk aku liat di balik baju pinggul belakangnya smacam ada bentuk clip on gitu,padahal target lho,dstu aku langsung curiga jgn2 ini acara setingan...

    ReplyDelete
  15. dulu termehek mehek kena sangsi dari KPI eh ini muncul lagi sebangsanya mirip banget dan dapet juga sangsi dari KPI syukur deh, gua ga mau nonton pa lagi motor butut anak jalanan tuh.

    ReplyDelete
  16. dulu termehek mehek kena sangsi dari KPI eh ini muncul lagi sebangsanya mirip banget dan dapet juga sangsi dari KPI syukur deh, gua ga mau nonton pa lagi motor butut anak jalanan tuh.

    ReplyDelete
  17. Setuju boss, keliatan banget bohongnya

    ReplyDelete
  18. Good artikel, ngak nyesel saya mampir ke sini

    ReplyDelete
  19. temen aku dikelas sering banget ngomongin "katakan putus", dan aku udah ribuan kali bilang kalau itu bohongan , dan mereka tetep aja baperan sama serialtv itu, nah mungkin kalau aku nunjukin apa yang kakak ketik ke mereka , mungkin aja mereka bakalan percaya kalau itu bohongan .. satu lagi kak, dikatakan putus kalau ada adegan nagis itu suka bikin ketawa.

    ReplyDelete
  20. temen aku dikelas sering banget ngomongin "katakan putus", dan aku udah ribuan kali bilang kalau itu bohongan , dan mereka tetep aja baperan sama serialtv itu, nah mungkin kalau aku nunjukin apa yang kakak ketik ke mereka , mungkin aja mereka bakalan percaya kalau itu bohongan .. satu lagi kak, dikatakan putus kalau ada adegan nagis itu suka bikin ketawa.

    ReplyDelete
  21. temen aku dikelas sering banget ngomongin "katakan putus", dan aku udah ribuan kali bilang kalau itu bohongan , dan mereka tetep aja baperan sama serialtv itu, nah mungkin kalau aku nunjukin apa yang kakak ketik ke mereka , mungkin aja mereka bakalan percaya kalau itu bohongan .. satu lagi kak, dikatakan putus kalau ada adegan nagis itu suka bikin ketawa.

    ReplyDelete
  22. setuju tuh gan,,acaranya gak mendidik sama sekali
    tapi anehnya banyak yang nonton ya

    ReplyDelete
  23. acara bgs kok...
    walaupun bnyk yg ngomn kyk gt...
    emg situ baik buat acara ...
    jgan gt ....
    hargai lah org yg buat acara...

    ReplyDelete
  24. jangan gt ....
    walaupun settingan anggp aja pelajaran buat kita...
    emg nya stu bisa buat acara....
    ngak kan...

    ReplyDelete
  25. Satu lagi brroo .
    Orang Indonesia kebanyakan perokok aktif , kenapa saat melakukan pengintaian tidak ada orang yang "sengaja" ataupun tidak sengaja merokok yang tersorot kamera?
    Tanya Kenapa aja dehh :v

    ReplyDelete
  26. gue gak percaya ,, soalnye elo belum punya bukti yang nyata, itu semua hnya pendapat pribadi elo doank.

    ReplyDelete
  27. gue gak percaya ,, soalnye elo belum punya bukti yang nyata, itu semua hnya pendapat pribadi elo doank.

    ReplyDelete
  28. artikelnya jos gandos bang.kupas tuntas acara berbobot lagi di sebelah gan, yang host nya si uya..kkkk

    ReplyDelete
  29. artikelnya jos gandos bang.kupas tuntas acara berbobot lagi di sebelah gan, yang host nya si uya..kkkk

    ReplyDelete
  30. Fathar mana fatar?? Bangkee

    ReplyDelete
  31. Bener tuh cuma settingan, gua knal salah satu cwek yg pernah jd klienny itu KP, namanya diubah, bukan nama asli, dn as ad cwek yg lg nelpon, ngg ada tanda panggilan, cuma homewallpaper doang, jadi ngakak 😂😂

    ReplyDelete
  32. Sirik tanda tak mampu

    ReplyDelete
  33. btul bro,, lihat aja pas nangis, matanya tetep putih, kan kalo nangis bneran mtanya pasti agak kemerahan, satu lagi bro yang gak masuk akal, acara ini kan tayang hmpir stiap hari, padahal satu episode saja katanya penelusuran hari pertama, kedua, ketiga dst,, apa ya mungkin acara ini bisa di tayangkan stiap hari,,???

    ReplyDelete
  34. btul bro,, lihat aja pas nangis, matanya tetep putih, kan kalo nangis bneran mtanya pasti agak kemerahan, satu lagi bro yang gak masuk akal, acara ini kan tayang hmpir stiap hari, padahal satu episode saja katanya penelusuran hari pertama, kedua, ketiga dst,, apa ya mungkin acara ini bisa di tayangkan stiap hari,,???

    ReplyDelete
  35. Sy udah tau ni settingan dr pertama tayang! Acara gajebo

    ReplyDelete
  36. Acara gajebo banget, untung gua gk termasuk orang2 bodoh yg percaya ama acara ini.

    ReplyDelete
  37. Keliatan banget bro itu kalau settingan, belum lagi beredar tawaran casting dari Katakan putus

    ReplyDelete
  38. jangan suka ngurusin orang biar aja kan itu acara mereka yg rugi mereka bukan kita

    ReplyDelete
  39. Acara nya settingan.. masa korban mereka ad mikrofon yg terselip di bajunya kan posisinya dia gak tau apa" karena diintai.. -_- astaga susah banget sih jujur biar gak berabeh

    ReplyDelete
  40. acara katakan hanyalalah acara yang gaberklas

    ReplyDelete
  41. saya pernah 2 kali liat talent yang ada di katakan putus jadi talent juga di rumah uya kuya dan sebaliknya ada talent yg pernah saya liat di rumah uya kuya tiba2 jadi talent di katakan putus, secara yaaaa trans tv dan trans 7 masih satu rumah mungkin diambil dari agency yang sama, trus kemarin saya liat di rumah uya kuya ada salah satu talentnya malah pernah main di FTV indosiar ya peran2 muncul 2kali gt lah di FTV itu.... saya sadar sih ini hal bodoh, kita sudah tau semua itu rekayasa, tapi masih disearch juga di youtube... cuma bisa ketawa2 aja liatnya, tapi kalo gak ditonton kita gak pernah tau itu beneran apa gak, soalnya acting mereka cukup jago.

    ReplyDelete
  42. Setuju setuju, acara macam apa ituh ?? gakgakgak.. ga banget dah bwat di tonton..

    ReplyDelete
  43. Itu cuma settingan..akting...bo'ong, soalnya aku kenal banget salah satu orang yg pernah main disitu. Dari nama sampe latar belakang semuanya beda sama aslinya. Just info, geli aja liat kenalan tiba2 nongol di tipu tp acara begituan

    ReplyDelete
  44. bapak gua kadang suka nonton ginian dan di salah satu episode sempet pernah nangis juga wkwk ngakak, gua bilang aja yaelah ini cuman boongan kata bapak gua bilang ya pilm pilm yang ada adegan sedihnya juga boongan wkwk iyajugasi

    ReplyDelete
  45. Klo ane sih suka nonton acara ini
    karena ane orang nya penasaran. Dan acara ini pasti selalu bikon penasaran dgn apa yg akan terjadi
    Ya yg penting ambil hikmah dan pelajaran yang baik aja dr acara ini. Biar kedepannya ga terjadi apa yang tidak kita inginkan seperti yang terjadi di tiap episode nya

    ReplyDelete
  46. Mak Jlebbbbbbbzzzzz... Nusuk k hati... Hanya org yg berpikir...

    ReplyDelete
  47. Haha, jadi paham aq sekarang :)
    Makasih gan :)

    ReplyDelete
  48. Mantap artikelnya , karena diAcaranya banyak keganjilan dari pemain yg pasti fisiknya menarik , dimana pun memakai bahasa Indonesia gaul dll. Tp betul dinikmati aja toh gratis.. memang krg mendidik. Hanya mungkin mengejar rating & tak lebih dari sekedar hiburan

    ReplyDelete
  49. Setuju deh sama kamu *lol
    Aku sempet lihat juga salah satu episodenya dan sukses buat aku ngakak. Ya masa target yg lagi di intai itu di belakang tubuhnya microfon tercetak jelas kan gak lucu. Terus volumenya kekencengan pula 😂😂 jadi ngahiung gitu kalau kata otang sunda mah 😂
    Terus kalau lagi adegan nangis itu air matanya gak keluar 😂 ya atau seenggaknya merah berkaca-kaca lah ya tapi ini nggak ada sama sekali kan jadinya aku yang sedih 😂😂

    ReplyDelete
  50. Klau di pikir" kayak setingn...
    Klau pengintaian itu kan bisa aja di edit rkmanya...
    Tpi yg bikin saya heran, tiap daerah kan bhsa nya beda. Kq smua pake bhsa indonesia ya....

    ReplyDelete
  51. maslahnya ini acara, pasti dilihat ama ibu saya kaga pernah ketinggalan.saya lihat sih suka terbawa alur cerita. kadang suka kesel kalo ibu lihat acara itu kesel ama programnya yh bukan ibu. imnta solusi dunk sahabt blogers

    ReplyDelete
  52. Terkadang merasa dibodohi nnton acara ini, target kok pake microfon 😂 kan gak lucu juga.

    ReplyDelete
  53. Huah setuju nih sama agannya. Ini emang settingan kok. Tapi gua suka nonton sih dirumah biar ada "temen" sama jadi "temen berisik" pas ngerjain tugas kuliah biar gak sepi sepi amat.

    ReplyDelete
  54. Percaya bgt deh gua kalo itu setingan soalnya keliatan bgt tu setingan nya tp kenapa banyak juga yg ketipu sama suka nonton acaranya 😂 ... kenapa bisa pas bgt smuanya acaranya 😂

    ReplyDelete
  55. Ya. Aku setuju. Soalnya ada salah satu client mereka yang memerankan salah satu tokoh dalam kisah nyata di sctv yaitu UNGKAP.
    Nah, itu yang membuat janggal dalam hati aku. Ternyata mereka itu bohong doang 😒

    ReplyDelete
  56. sungguh aneh , klien mereka sudah ku duga ada di acara lain pula tapi tetap saja my mom believe to show

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini