Home » , , , » Athletic Bilbao: Cantera dan Jati Diri Basque

Athletic Bilbao: Cantera dan Jati Diri Basque

Sumber Gambar

            Oleh: Axel Kevin Perdana

Tanah Spanyol selalu menghadirkan cerita menarik mengenai drama intrik politik dibalik ketatnya persaingan Divisi Primera Liga Spanyol. Ada kubu ‘pemberontak’ yaitu Barcelona yang mewakili Katalunya dan Athletic Bilbao yang menjadi representasi Basque, sementara ada Real Madrid menjadi simbol pemerintahan kerajaan yang berdaulat.

Athletic Bilbao merupakan sebuah klub yang terbentuk di kota Bilbao, yang merupakan kota yang terbesar di wilayah Basque. Basque dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup gencar menyuarakan kemerdekaan dirinya untuk lepas dari kerajaan Spanyol, seperti halnya Katalunya. Namun cara yang dilakukan Basque dan Katalan berbeda, Basque cenderung menggunakan cara kekerasan bahkan cara mereka diwujudkan dengan adanya kelompok separatis ETA (Euskadi Ta Askatasuna) yang pernah heboh melakukan serangan bom di stasiun kota Madrid (walau kini kelompok tersebut sudah bubar), sementara rakyat Katalan cenderung menggunakan cara diplomasi seperti diadakannya referendum. Athletic Bilbao sendiri merupakan klub yang menjadi trademark perjuangan masyarakat Basque.

         Athletic Bilbao memiliki tradisi yang sangat unik yang disebut cantera. Dalam cantera ini, hanya pemain yang berasal dari Basque (di era sekarang setidaknya pemain yang memiliki darah Basque) yang dapat memperkuat Los Leones. Kebijakan ini sudah dimulai sejak tahun 1912. Kebijakan ini memang juga nampak begitu rasis, namun itulah cara mereka menunjukan jati dirinya sebagai orang Basque. Tradisi ini pula yang membuat Athletic Bilbao sangat jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali terdampak krisis, karena mereka tidak pernah mengeluarkan jutaan euro untuk membeli pemain mahal seperti Barcelona ataupun Real Madrid. Karena tanah Basque tak henti-hentinya melahirkan pemain-pemain bertalenta dan punya daya saing tinggi. Sebut saja Javi Martinez, Ander Herrera, Xabi Alonso, Iker Muniain, Aritz Aduriz dan tentunya yang terbaru, sang wonderkid Inaki Williams. Sampai sekarang, dalam catatan RFEF (PSSI nya Spanyol) Athletic Bilbao menjadi salah satu tim yang tidak pernah terdegradasi dari divisi Primera Liga Spanyol (Bersama Barcelona dan Real Madrid) dan skor terbesar yang tercatat di kasta tertinggi Spanyol tersebut adalah ketika Athletic Bilbao melumat Barcelona dengan skor 12-1 pada tahun 1932. Tentu adalah hal yang sangat lucu jika beberapa penggila bola awam menyebut Athletic Bilbao sebagai klub semenjana, padahal sejatinya mereka ini klub besar. Prestasi terakhir Bilbao adalah ketika di awal musim 2015/2016, ketika mereka mampu menjungkalkan Barcelona dengan agregat 5-2 dalam Piala Super Spanyol sekaligus membuat El Barca gagal menyapu bersih gelar di musim itu.

Sampai dengan jornada 19 La Liga Santander 2016/2017, Athletic Bilbao masih berada di tangga 7, terpaut 6 poin dari Atletico Madrid yang berada di zona Liga Champions. Sebuah catatan yang sebetulnya luar biasa bagi tim yang hanya mengandalkan pemain lokal (termasuk Aymeric Laporte, karena berasal dari wilayah Greater Basque di Prancis) dan mampu berada di posisi 7 di salah satu liga terbaik dunia. 100 tahun lebih sudah tradisi ini berjalan dan terbukti mampu bertahan ditengah kemajuan dan perkembangan sepakbola dunia. Kita nantikan kedepannya, lahirnya talenta-talenta asal Basque yang akan muncul sebagai output dari tradisi unik dari Los Leones ini.

Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini