Home » , , » ICJ adalah Sebuah Gebrakan

ICJ adalah Sebuah Gebrakan

Sumber Gambar

Ndeso! Barangkali itu lah yang saya umpatkan kepada diri sendiri. Bagaimana tidak ndeso, lha wong saya warga asli Jogja, tapi baru tahu sebuah komunitas akbar dengan anggota yang jika dimanusiakan, bisa membuat sebuah kesultanan baru, ya, ICJ, Info Cegatan Jogja lah yang membuat saya mojok di pojokan kamar karena merasa bersalah karena baru mengetahui gebrakan luar biasa ini.

Dulu saya hanya melihat stiker-stiker ICJ di slebor motor yang berlalu-lalang. Njenengan ngerti saya mbatin apa? Saya mbatin "fans Captain Jack tambah uakeh, yo!". Tanpa tedeng aling-aling, saya mengetahui komunitas ini dari kawan saya asal Lampung yang kebetulan tidak memiliki SIM dan kala itu sangat butuh info cegatan yang up to date.

Anda warga Jogja dan belum tahu ICJ? Tak apa, saya tahu betapa hinanya diri ini ketika mengetahui kenyataan seperti itu. Monggo, Lur, buka Facebook lawas njenengan, terus search 'Info Cegatan Jogja' di kolom pencarian. Niscaya sampeyan akan ternganga takjub sembari mengucap Subhanallah. Tenan iki, Lur. Hambok hakul yakhin.

Search saja keywords ICJ dan akan muncul paling atas dengan jumlah member mencapai 466k, Lur! Kaget aku, Lur! Tenin aku kaget. Awalnya saya kira komunitas ini paling banter menginfokan prihal cegatan dan beberapa share berita kecelakaan. Tapi kemudian seiring berjalannya waktu, frame yang membingkai pikiran awal saya mengenai isi dari grup ini berubah total bersamaan guliran scrool mouse yang semakin dalam. Saya mak mbegandhul njringat. Terharu, kaget dan bangga menjadi satu. Lebih dari itu, banyak hal yang membuat saya geleng-geleng sekaligus bangga bisa mengetahui ICJ walau sangat telat. Itu pun dari Facebook teman saya.

Ada beberapa alasan yang melandasi perubahan cara pandang saya terhadap ICJ, yaitu:

Pertama, di sini info sangatlah akurat. Tidak seperti di iklan-iklan browser dan media abal-abal di instagram yang hanya mengandalkan click bait saja. Di ICJ, semua menjadi jurnalis handal. Mereka tak harus memperbanyak perbendaharaan kata, mereka cukup menggunakan bahasa daerah dan melampirkan foto sebagai media memperkuat keadaan tersebut.

Informasi cepat tersampaikan, semua menjadi jurnalis

Info-info yang berkembang tidak hanya seputar masalah tilang menilang saja, namun di komunitas ini, segalanya isu-isu sosial dibahas secara tuntas dan mereka pun seakan menggunakan kata-kata Jawa yang tidak krama, namun sangat manis untuk dibaca. Terlebih, semuanya merespon, tidak pernah tidak ada postingan yang terbengkalai. Semua direspon!

Kedua, informasi yang diberitakan lebih cepat dari orang goblok yang menyebarkan berita hoax. Keunggulan ICJ, selain akurat, namun juga cepat. Sebagai contoh masalah banjir Kali Code beberapa bulan yang lalu bisa terkondisikan dengan baik ya saya rasa ada sumbangsih dari grup ini dalam mengabarkan Informasi bencana tersebut. Dari hulu mengabarkan, hilir bersiap-siap.

Ketiga, mengasah sikap saling mengasihi sebagai intrepetasi dari Sila ke Tiga dan ke Lima. Banyak sekali manusia baik di grub ini, salah satunya adalah contoh di bawah ini:

Tolong menolong nomer satu

Bayangkan saja, dengan respon yang cepat, ditambah jumlah anggota yang ratusan ribu, semoga bapak tersebut segera kembali ke rumahnya, dapat makan yang lezat dan nikmat dan yang bersangkutan itu bisa lekas pulang untuk beristirahat. Seandainya semua member memiliki jiwa ksatria seperti Mas Toto, tentu Warga Jogja akan menjauh dari angka kriminalitas, kemiskinan dan kesenjangan sosial yang kian jauh.

Keempat, ICJ membuat suatu Kebhinekaan yang mulai luntur,menjadi cerah kembali.  Dengan adanya gathering-gathering di tingkat kecamatan dalam periode tertentu, hal ini menjaga tradisi guyup rukun yang mulai luntur. Memperat hubungan antar tetangga yang selama ini disibukan dengan kegiatan masing-masing disebagian waktunya. Tak hanya kumpul-kumpul saja. Mereka siap siaga jikalau ada anggota yang lain membutuhkan bantuan seperti ban bocor di malam hari, kawalan dijalan ketika pulang larut malam.

Kelima, ICJ masih membuat Kota Jogja nampak Istimewa. Ditengarai dengan munculnya bandara di Kulon Progo, hingga yang terbaru wacana mega proyek taman bermain di tempat serupa, sempat membuat semua mata meragukan kapabilitas 'istimewa' Jogja. 'Jogja sudah didol' pun mulai bermunculan. Apakah Jogja masih istimewa ketika beton-beton lebih mendominasi ketimbang pohon-pohon? Entah, kita bahas di lain kesempatan.

Lur, Alhamdulillah Hirobbil Alamin kita masih memiliki ICJ. Setidaknya predikat istimewa masih, hmm bolehlah masih menjadi milik Kota Pelajar ini. Hal ini yang sedang ditiru oleh daerah lain dan saya rasa memang harus ditiru. Bayangkan anda piknik ben ndak spaneng nang Blitar, terus ban motor bocor. Yauwes tinggal posting 'Info Cegatan Blitar' mengenai kesulitan anda. Semoga daerah lain mulai bergerak, agar supaya tercipta kondisi yang aman.

Jangan ragu meminta bantuan

Ah, Lur,
Jogja cen istimewa. Info Cegatan Jogja seakan menjadi bagian dari puzzle Ke-Indonesia-an yang sempat hilang. Hilang oleh para oknum yang buta indahnya perbedaan. Piye lur, ojo wedi lunga mbengi. Yen wedi, kontak ICJ wae.

Salam aspal lurus, Lur!


Mybllshtprspctv ®

0 komentar:

Post a Comment