Home » , , , , » Mengapa Kuliah Itu Penting? Pandangan dari Kacamata Anak Ekonomi

Mengapa Kuliah Itu Penting? Pandangan dari Kacamata Anak Ekonomi


Ini merupakan sebuah percakapan, atau lebih tepatnya adalah beberapa pertanyaan, ketika aku mengisi sebuah sosialisasi jurusan di BADU. Ada beberapa hal menarik, mulai dari pertanyaan dan suatu hal yang menyadari akan adanya paradigma baru akan betapa rendahnya minat siswa untuk melanjutkan studi berkuliah.

Cerita akan dimulai,

Pagi itu sekitar pukul sepuluh pagi, ketika aku memasuki sebuah kelas tiba-tiba suasana menjadi sepi. Mungkin mereka mengira bahwa aku adalah guru KKN baru atau entah apa yang dipikiran mereka.

"Haloooooo," sapaku dengan nada melengking tinggi. Ah, mereka hanya terdiam dan hanya menjawab sedikit ragu.

"Ha... Halo..." Balas mereka terbata-bata.

"Perkenalkan, aku Aninda Yulike namun lebih akrab dipanggil Keke. Adik-adik bebas mau panggil Aninda atau Keke, hehe," mereka masih terdiam. "Oh, maksud kehadiran di sini, aku sebagai pengisi sosialisasi jurusan dari alumni BADU dek. Aku dari angkatan 2015," akhirnya senyum mulai terkembang di wajah mereka. Ah, senangnya.

Sekelumit Kisah Mengenai Jurusan Ekonomi

Beberapa saat kemudian, saya mulai mengisi sosialisasi. Saya memulai dengan berkenalan bawa saya berasal dari Fakultas Ekonomi UniversitasAhmad Dahlan. Lebih rincinya dari Departemen Managemen. Hingga aku belum mencapai materi inti, tiba-tiba ada yang bertanya,

"Mbak, jurusan ekonomi itu seperti apa, sih?" Jujur, walau di sini aku tak ingin membahas lebih dalam mengenai jurusan ekonomi, namun kiranya pertanyaan ini sangatlah penting menengok berbagai perspektif yang salah kaprah terhadap jurusan yang satu ini.

>>>Baca tips kuliah lainnya<<<

"Bagus banget pertanyaannya. Jadi selama ini banyak yang bilang bahwa jurusan ekonomi identik dengan uang, ekonomi itu adalah bisnis, ekonomi itu dagang atau jualan barang, ekonomi itu perputaran uang di bank, dan lain-lain. Ya sebenarnya jawaban itu benar, namun, lebih dari itu, dik, sebenernya jurusan ini adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihan yang tujuannya untuk mencapai kesejahteraan," Jawabku dengan yakin.

"Luas banget ya, mbak?" Ada seorang lagi yang bertanya dan nampak antusias.

"Ya, sangat luas. Nah, ilmu ekonomi yang melihat scope dari skala yang luas (seperti skala negara-dunia internasional) disebut sebagai ekonomi makro, yang mana cakupannya bersifat luas dan general. Dalam ekonomi makro, adik-adik akan berkenalan dengan istilah tingkat inflasi/deflasi, GDP (PDB), suku bunga BI, nilai tukar mata uang, jumlah uang beredar, dan lainnya.

"Nah, ada yang scope-nya lebih spesifik, seperti strategi pemasaran, cara mengelola keuangan, proses operasional/produksi, dll. Hal-hal yang seperti ini nih dikenal sebagai ekonomi mikro, karena cakupannya yang sempit tapi mendalam. Pada intinya, baik ekonomi makro maupun mikro, permasalahan utama yang dihadapi itu sama, yaitu kelangkaan. Gimana? Atau masih kurang menjawab? Sebelum aku melangkah ke materi inti."

"Kak," adik yang pertama bertanya tadi kembali berdiri. "Jurusan ekonomi dibagi menjadi berapa kak?"

"Wah, bagus sekali pertanyaanmu, dik, yaitu Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi. Nah ketiga jurusan ini pastinya punya fokusnya masing-masing.

"Pertama adalah Ilmu Ekonomi. Jurusan ini lebih menitikberatkan ke ekonomi makro, sementara porsi untuk ekonomi mikro lebih sedikit. Di sini mata kuliahnya lebih banyak ngebahas tentang permasalahan ekonomi secara menyeluruh, yang cakupannya dari perekonomian 1 negara atau bahkan hubungan antar negara. Di jurusan ini, adik-adik juga akan mempelajari berbagai kebijakan yang perlu diambil negara untuk perbaikan ekonomi, hingga membuat analisis keputusan industrial skala besar.

"Kedua adalah jurusan menejemen..."

"Jadi manager ya, mbak?" Tiba-tiba sekumpulan siswa pria di belakang nyeletuk sambil tertawa-tawa.

"Hehe, enggak gitu juga sih," tiba-tiba sekelas bersorak kepada pria yang nyeletuk tadi. "Hmmm jadi gini. Manajer di sebuah perusahaan itu kan level atau posisi ya, dik, sementara di kuliah itu kalian akan belajar yang namanya ilmu manajemen. Intinya sih kuliah di jurusan manajemen ini berarti kalian akan banyak belajar tentang bagaimana cara mengelola sumber daya, bisa berbentuk uang, manusia, waktu, dll. Untuk mencapai tujuan tertentu dengan efektif dan efisien, dimana proses manajemen itu secara umum diuraikan dalam tahap-tahap dari mulai: perencanaan, pengalokasian, pelaksanaan dan pengevaluasian.


"Ketiga adalah Jurusan Akutansi..." Tiba-tiba semua berteriak dan tertawa terbahak-bahak. "Oohh... I see yang anak IPS mungkin udah langsung kebayang jurnal laporan keuangan deh, hahaha. Nah, jurusan Akuntansi pastinya akan belajar tentang pembukuan keuangan. Kalo jaman dulu jurusan ini disebut dengan "pembukuan" jaman sekarang sih udah ngga pake buku beneran, tapi semua udah serba digital. Oleh karena itulah, jurusan akuntansi sekarang tidak hanya fokus pada teknik membuat laporan keuangan yang wajar dan akurat, tapi juga belajar membuat sistem informasinya agar bisa diaplikasikan secara efektif.

0 komentar:

Post a Comment