Home » , , , » Selidik Persahabatan ala Plato dan Aristoteles dalam Manga 20th Century Boys

Selidik Persahabatan ala Plato dan Aristoteles dalam Manga 20th Century Boys



Mengapa kita bersahabat? Bagaimana jika kita tak membangun suatu pondasi dalam hidup kita yang bernama persahabatan? Apakah hakekat inti dari sebuah persahabatan yang terus melekat dan tak bisa hilang dalam pribadi manusia? Itulah beberapa pertanyaan yang berputar sedari kepala saya selepas membaca sebuah manga yang berjudul 20th Century Boys.

Sehabis membaca seri satu hingga tamat di seri ke dua puluh dua, saya hanya bisa diam dan membayangkan bagaimana jika filsafat membangun suatu sistem persahabatan yang kompleks. Ya, memang, jika dalam sejarah panjang dunia filsafat, persahabatan selalu direfleksikan, baik secara implisit maupun eksplisit. Salah dua filsuf yang menyenggol prihal persahabatan adalah Plato dan Aristoteles.

Konsep persehabatan tak akan lepas dari sebuah konsep yang luhur namun kadangkala kita sulit dipahami, ya, cinta. Bagaimana mungkin sebuah persahabatan tanpa adanya lingkup cinta yang membentengi? Pasti lah persahabatan tersebut tak bersifat sesungguhnya. Pengorbanan akan segalanya kadang kala terbelenggu dalam sangkar rasionalitas.

Persahabatan dalam Kacamata Plato dan Aristoteles


Apakah Plato menyentil prihal persahabatan yang terkait mengenai cinta? Ya, Plato pernah membahasnya. Menjawab pertanyaan itu Plato memperkenalkan tiga konsep; philia, eros, dan agape. Bagaimana ketiga konsep ini memiliki tataran hierarki yang menyebabkan adanya kedudukan yang terendah hingga tertinggi.

Secara singkat philia dan eros adalah jenis cinta yang masih berfokus pada kualitas orang yang dicintai. Misalkan saya mencintai sahabat saya karena dia orang kaya, saya sering ditraktir oleh dia karena di setiap saya hendak membayar, dia selalu menawarkan jika ia lah yang akan membayar semua. Jadi, persahabatan muncul karena faktor kelebihan yang dimiliki sahabat kita tersebut.

Eros biasanya terkait dengan cinta yang melibatkan nafsu seksual. Eros dengan mudah ditemukan pada pasangan yang tengah bercinta. Sementara philia adalah cinta antar saudara, teman, sahabat, rekan kerja, ataupun cinta terhadap orang-orang yang berasal dari bangsa maupun suku yang sama. Ciri khas philia dan eros adalah, bahwa keduanya hancur, ketika orang yang kita cintai, dalam konteks sahabat, tidak lagi menjadi seperti yang kita inginkan.

Bagi Plato tingkat cinta tertinggi adalah agape, yakni persahabatan yang tidak lagi berfokus pada keunggulan ataupun kehebatan sahabat kita, melainkan justru ingin mengembangkan sahabat kita tersebut untuk mempunyai keunggulan yang sebelumnya tidak ada. Dengan kata lain cinta agape adalah cinta yang membangun. Orientasi utama agape bukanlah kepentingan dan kepuasan diri, melainkan kepentingan dan perkembangan sahabat yang kita cintai.

Plato telah menjawab pertanyaan prihal 'hakekat sebuah persahabatan', namun belum memuaskan dahaga kita mengenai 'mengapa kita bersahabat?'. Muridnya yang bernama Aristoteles lah yang menjawab pertanyaan tersebut. Uraiannya tentang persahabatan terdapat di dalam mahakaryanya yang legendaris berjudul Nicomachean Ethics.

Menurut Aristoteles ada tiga alasan orang menjalin persahabatan, yakni kenikmatan (hedonic/pleasure), kegunaan (utility), dan keutamaan (arete/virtue). Hemat saya, menurut Aristoteles, terdapat berbagai motif di balik sebuah persahabatan. bahwa bagi Aristoteles persahabatan tidak pernah sungguh-sungguh murni. Persahabatan dengan alasan terjadinya suatu persahabatan tidak lah dapat dipisah.

"Friends"

Beralih menuju sebuah manga karya Naoki Urasawa yang baru saja saya baca. Walau sebenarnya saya pernah membaca kala umur saya dua belas tahun, namun sudah lupa. Judulnya adalah 20th Century Boys. Dengan cover dan gambar yang biasa saja, namun membuat saya penasaran dan bernafsu untuk menghabiskannya hari ini juga. Benar, seperti dugaan saya, ceritanya sungguh menarik ditambah alur maju mundur yang memeras otak.

Semua bermula medio tahun 1969, ketika Kenji, Otcho, Yoshitsune dan Maruo membangun sebuah markas rahasia. Markas rahasia tersebut terbuat dari semak belukar yang dibuat menyerupai sebuah lab raksasa untuk keperluan ilmiah. Markas rahasia tersebut digunakan untuk saling bertukar manga, majalah dan radio. Dan di tempat inilah petaka dimulai.

“Bertahan hidup artinya selalu siap untuk berubah; karena perubahan adalah jalan menuju kedewasaan. Dan kedewasaan adalah sikap untuk selalu mengembangkan kualitas pribadi tanpa henti.” -Henri Bergson

Otcho membuat lambang untuk markas mereka. Kemudian Yukiji dan Donkey bergabung dengan geng mereka. Kenji dan teman-temannya sering membayangkan masa depan mereka seperti adanya penjahat yang menggunakan senjata kimia, pistol laser, robot dan mereka yang melawan penjahat itu dan mereka menuliskannya dalam sebuah "buku ramalan".

Melaju ketahun 1990, setelah Kenji menemukan simbol masa kecilnya itu di sebuah pekarangan tetangganya, dia mendapat kabar mengenai temannya Donkey yang tewas akibat bunuh diri. Namun Kenji tidak percaya kalau Donkey bunuh diri. Kemudian dia menyelidiki kaitan kematian Donkey dengan lambang yang dia temukan. Semua nampak sama dengan yang mereka tuliskan dalam "buku ramalan" beberapa tahun yang lalu.

Saat itu juga tersebar berita mengenai kematian misterius penduduk dibeberapa negara. Seperti San Fransisco dan London, tapi anehnya alur dari kejadian tersebut sama persis seperti yang ada pada "buku ramalan" yang mereka buat dulu. Akhirnya Kenji dan teman-temannya mengetahui bahwa orang yang ada dibelakang semua itu adalah seseorang yang dipanggil "Friends". Namun mereka tidak mengetahui identitas asli sahabat, karena dia memakai topeng dengan lambang mereka buatan mereka.

Lambang dari sahabat

20th Century Boys dan Persahabatan dalam Perspektif Plato dan Aristoteles

Spoiler alert!

Di sini terdapat kisah Kenji, Otcho, Yoshitsune, Maruo dan tokoh-tokoh lainnya yang menjadi sorotan utama. Keempat tokoh kunci ini merupakan sahabat sejak 1960an dan hingga puncaknya tahun 2000 mereka dipertemukan untuk memerangi "sahabat" atau Tomodachi (untuk berikutnya saya menggunakan Tomodachi). Persahabatan mereka pun melebihi aspek dari sekedar mencari keuntungan pribadi semata, namun juga menjadi tempat sebagai berbagi segalanya tak terkecuali sebuah ilmu.


Kedepannya, kita akan bertemu dengan tokoh bernama Tomodachi (tidak saya beritahu secara gambalang siapa itu Tomodachi). Dalam suatu scene, Tomodachi dituduh oleh nenek warung karena telah mencuri pin roket yang beliau jajakan. Oleh karenanya dia dituduh sebagai maling dan dipukuli oleh Fukubei dan rekannya. Di saat yang sama, beberapa anak melihat hal tersebut namun tidak melakukan apa-apa. Salah satunya adalah Kenji, dan Tomodachi mengetahui hal ini.

Dahulunya, kedua tokoh ini bersahabat. Keduanya mengagumi sosok sahabatnya, karena Kenji adalah satu-satunya yang bisa menghargai Tomodachi. Bahkan kisah ramalan masa depan yang ditulis Kenji dan rekan-rekan, itu semua diawali dengan gagasan awal Tomodachi. Semenjak kejadian tersebut, Tomodachi merasa kecewa, terutama ketika menghadapai fakta, bahwa sahabatnya ternyata tidak sesuai dengan persepsi yang dia bangun.

Di titik ini lah ciri khas philia dan eros dari Plato dapat kita endus, bahwa persahabatan hancur, ketika orang yang kita anggap sahabat tidak lagi menjadi seperti yang kita inginkan. Tomodachi yang berperan sebagai sahabat yang merasa bahwa Kenji tidak seperti yang ia harapkan, hingga akhirnya sesuatu yang tidak diinginkan pun terjadi.

Agape menurut Plato adalah tataran tertinggi. Dalam manga ini pula menjelaskan bahwa lahirnya sesosok Tomodachi yang apokalipstik tak seutuhnya kelam. Bahkan terdapat tingkat cinta yang tertinggi, yaitu agape, cinta yang membangun. Tomodachi yang selalu kesepian ini, merasa begitu tersentuh oleh kebaikan Kenji. Oleh sebab itu dia ingin sekali menjadi sahabat Kenji. Hal ini terjadi sebelum Tomodachi merasa Kenji tidak seperti yang ia inginkan.

Kita beralih ke Aristoteles dengan 3 konsepnya. Yang pertama yaitu kenikmatan yang artinya sederhana. Kenji bersahabat dengan teman-teman satu kelasnya, karena Kenji memberikan sahabatnya pleasure, seperti bisa diajak diskusi, menyenangkan, suka berbagi hal konyol, suka memberikan rasa aman bagi sahabatnya, suka berpetualang bersama dan berbagai hal-hal yang menimbulkan rasa nikmat atau pleasure.

Alasan kedua adalah bahwa Kenji bersahabat dengan sahabatnya karena sahabatnya berguna untuk Kenji. Di sini terdapat hubungan kausalitas antara sahabat. Suatu ketika saat persahabatan Ocho terhadap Kenji begitu besar. Meski dia ditahan di penjara, dia berusaha sedemikian keras untuk bisa sampai pada sahabatnya. Karena dia tahu bahwa sang sahabat pasti masih hidup, dan membutuhkan dirinya. Ocho memperlihatkan sikap sahabat sejati, yang selalu mendampingi dan ada saat Kenji membutuhkannya.

Dan alasan ketiga adalah, kawan-kawan Kenji bersahabat dengan Kenji, karena Kenji adalah orang yang memiliki keutamaan, seperti rendah hati, murah hati, sabar, penyayang, kuat, tangkas, penuh ide brilian, pantang menyerah, menyenangkan dan lain sebagainya.



Dari Plato kita semua bisa belajar untuk memiliki cinta konstruktif kepada sahabat kita, yakni cinta yang membangun dan mengembangkan. Dari Aristoteles kita bisa belajar untuk memiliki cinta yang berkeutamaan, yakni cinta yang mau belajar untuk menjadi orang yang berkeutamaan (rendah hati, jujur, sabar, murah hati, rajin) dari orang yang kita cintai.

“Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita–kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.” -Dostoyevsky

Sedari manga ini pun kita dapat mengambil pesan bahwa sebanyak apa pun kita membuat suatu kebaikan, maka semua kebaikan tersebut akan tertutup oleh kesalahan kita walau hanya secuil saja. Jaga lah sahabat kita sebaik mungkin, karena kita tak akan tahu apa yang terjadi kedepannya.


Mybllshtprspctv ®

0 komentar:

Post a Comment