Home » , , , , , » Stigma Negatif terhadap Ideologi Kiri di Indonesia

Stigma Negatif terhadap Ideologi Kiri di Indonesia

Sumber Gambar

Komunis merupakan sebuah ideologi. Komunisme lahir dari buah pikiran Karl Marx dan Friedrich Engels dalam bukunya yang berjudul Manifest der Kommunistischen, sebuah manifesto politik tentang komunis. Ideologi komunis dibentuk untuk melawan kapitalisme,  suasana yang menganggap kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan sosial. Komunisme sebagai ideologi anti-kapitalisme sangat menentang kepemilikan modal oleh individu, oleh karena itu perjuangan sosial harus dilmulai dari kaum buruh atau kaum proletar. Pada prinsipnya semua dipresentasikan sebagai milik rakyat dan harus digunakan untuk kemakmuran rakyat. Maka dari itu di dalam negara komunis semua aset produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata.

Di Indonesia sendiri Partai Komunis Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan komunisme terbesar di dunia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka menjadi figur yang tidak bisa dilupakan dalam perjuangannnya melepaskan Indonesia dari cengkeraman penjajah belanda. Namun perjuangan komunis di Indonesia terhenti ketika terjadi peristiwa Gerakan 30 September, dimana para jenderal TNI AD diculik dan kemudian dibunuh secara sadis. Pemerintah dengan berangnya langsung mengkambinghitamkan PKI sebagai dalang dari aksi tersebut. Perubuhan komunis terjadi dengan insiden yang berdarah dan pembantaian yang menghilangkan jutaan jiwa. Para tertuduh komunis yang tertangkap langsung dieksekusi tanpa proses pengadilan, para tertuduh komunis yang tetap hidup diasingkan ke Pulau Buru, setelah pulang mereka diganjar Eks-Tapol oleh pemerintah yang menghambat ikhtiar hidup mereka.

Bahkan sampai saat stigma negatif terhadap komunis tetap melekat pada rakyat Indonesia. Mereka masih dihantui ketakutan terhadap PKI yang dulu dianggap sebagi dalang aksi kekerasan di Indonesia. Isu-isu negatif terhadap Komunis yang muncul seperti, Komunis itu Liberal, anti-agama,anti-Pancasila dan sebagainya. Sangat disayangkan bahwa ketakutan masyarakat terhadap komunis itu adalah ketakutan yang tidak perlu. Bagaimana bisa komunis disamakan dengan liberal padahal dalam komunis tidak dikenal hak perseorangan yang biasa pada liberalisme? Demokrasi pada komunis adalah demokrasi perwakilan, bukan demokrasi perseorangan. Komunisme memperkenalkan demokrasi keterwakilan melalui elit-elit partai komunis, bukan langsung dari rakyatnya. Maka dari itu hak perseorangan dalam komunisme dibatasi.


Komunis itu anti-agama? Memang secara umum komunisme di dunia itu berlandaskan pada Materialisme Dialektika dari Karl Marx yang lebih condong kepada materi yang kita bisa amati disekitar kita. Lebih mengarahkan logika manusia kepada sesuatu yang nyata yang dapat diamati, karena itu science dan filsafat dianggap lebih rasional dibanding metafisik. Oleh karena itu, jika disalah artikan dialektika marx bisa bertentangan oleh agama. Marx berpendapat bahwa agama itu adalah candu, yang hanya akan membuat masyarakat berangan-angan akan sesuatu karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang tidak nyata (kebenaran materi). Diluar konteks itu, Tan Malaka sebagi tokoh komunis nasional dalam bukunya Materialisme-Dialektika-Logika, lebih mengedepankan idealisme dialektika dari Hegel, dimana agama, kepercayaan, roh adalah awal dari sebuah materi. Kondisi alam, materi yang dapat diamati panca indera kita, membentuk sebuah ide atau konsepsi tentang adanya kekuatan supernatural disekitar kita. Oleh karena itu agama terlihat rasional dalam ide Dialektika Hegel ini.

Masalah Komunisme yang diidentikan sebagai anti-pancasila. Presiden Soekarno pada pidatonya di Sidang Paripurna Kabinet Dwikora tanggal 6 November 1965 dengan tegas mengatakan bahwa Pancasila itu Kiri. Pancasila dibentuk untuk  melawan kapitalisme dan imperialisme. Pancasila sangat menentang exploitation I’homme par I’homme, pengisapan manusia atas manusia yang lain, anti penindasan bangsa terhadap bangsa yang lain (exploitation nation par nation). Oleh karena itu dalam Pancasila terdapat unsur Keadilan Social yang dapat dilihat pada Sila Kelima. Soekarno berpendapat bahwa Pancasila itu diciptakan untuk mewujudkan masyarakat sosialistis di Indonesia.

Oleh dari itu, maka sebaiknya Pemerintah meluruskan pandangan masyarakat tentang komunisme. Bahwa komunisme itu ada baiknya, bahwa tokoh tokoh pendiri negara ini banyak yang berideologi kiri sebelum Pancasila diciptakan.


Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini