Home » , , » Filosof Pra-Sokratik Bagian V: Mazhab Atomisme

Filosof Pra-Sokratik Bagian V: Mazhab Atomisme


Oleh: Galih Rio

<<<Baca juga Bagian IV

Atomis seperti Demokritos, dan Leukippos, meskipun mereka juga menuliskan berbagai hal lain, utamanya yang akan dibahas di sini adalah pandangan mereka tentang atom. Seperti juga para phusikoi lainnya, pengetahuan kita tentang gagasannya kebanyakan berasal dari Arsitoteles, meskipun terdapat pula penulis – penulis yang mencatat tentang kedua tokoh ini secara singkat, akan tetapi Aristoteles – lah yang menjadi sumber referensi utama.

A. Filsuf – Filsuf Atomis

1. Leukippos (masa berkarya 450 – 420 SM)

Leukippos merupakan seorang filsuf yang merintis Mazhab Atomisme. Ia juga merupakan guru dari Demokritos. Di dalam aliran atomisme, pemikiran Demokritos lebih dikenal ketimbang Leukippos, meskipun amat sulit untuk membedakan pandangan keduanya. Sejarawan filsafat sekarang, cenderung menganggap, bahwa Demokritos hanya meneruskan ajaran – ajaran yang diterima dari Leukippos.

Riwayat hidup Leukippos sulit diketahui, sebab hanya sedikit sumber Yunani kuno yang berbicara tentang kehidupannya. Epikuros, dan Samos membantah, bahwa Leukippos merupakan sosok historis. Akan tetapi, Aristoteles, dan Theoprates, muridnya, menyatakan Leukippos sebagai pendiri Mazhab Atomisme, dan kesaksian mereka lebih dipercaya oleh sejarawan filsafat. Tempat kelahiran Leukippos tidaklah diketahui, namun terdapat beberapa sumber kuno yang mengatakan, bahwa Leukippos berasal dari Miletos, atau Elea. Leukippos dikatakan memiliki hubungan dengan Mazhab Elea. Ada kemungkinan ia menetap di Elea beberapa waktu, dan merumuskan filsafatnya sebagai kritik terhadap pemikir – pemikir Elea waktu itu.

2. Demokritos (460 – 359 SM)
Demokritos lahir di Abdera, Yunani Utara. Ia berasal dari keluarga kaya raya. Pada waktu ia masih muda, ia menggunakan harta warisannya untuk melancong ke Mesir, dan negeri – negeri Timur – Tengah lainnya. Selain menjadi murid Leukippos, ia juga belajar kepada Anaxagoras, dan Philolaos. Hanya sedikit yang diketahui tentang riwayat hidup Demokritos. Banyak data tentang kehidupannya yang tercampur dengan legenda – legenda, sehingga sulit dipercaya kebenarannya. Meskipun ia hidup sezaman dengan Sokrates, bahkan dianggap lebih muda, ia tetap dianggap sebagai filsuf Pra – Sokratik, dalam artian sebagai seorang phusikoi. Pandangan Demokritos, dan Leukippos tentang atom, hampir tidak dapat dipisahkan. Filsafat Demokritos hampir tidak dikenal di Athena pada masa hidupnya, bahkan tokoh sekaliber Platon pun tidak mengenalnya. Barulah Aristoteles yang menaruh minat lebih pada fisika, kemudian membongkar kembali Mazhab Atomisme.

B. Teori tentang Atom


Demokritos, dan gurunya, Leukippos, berpendapat, bahwa atom adalah unsur –unsur yang membentuk realitas. Di sini, mereka sepakat dengan pluralisme Empedokles, dan Anaxagoras, yang menyatakan, bahwa realitas terdiri dari banyak unsur, bukan satu. Akan tetapi, bertentangan dengan kaum pluralis, Demokritos menganggap bahwa unsur – unsur tersebut tidak dapat terbagi lagi. Karena itulah, unsur – unsur tersebut diberi nama atomos (yang tak terbagi). Atom – atom tersebut merupakan unsur – unsur terkecil yang membentuk realitas. Ukurannya begitu kecil, sehingga mata manusia tidak dapat melihatnya. Selain itu, atom juga tidak memiliki kualitas. Hal ini pula yang membedakannya dengan konsep unsur – unsur yang diusung oleh kaum pluralis. Atom – atom tersebut berbeda antara satu dengan lainnya, melalui tiga hal, yaitu bentuknya; ukurannya; dan posisinya. Dengan demikian, atom memiliki kuantitas belaka, termasuk juga massa. Jumlah atom yang membentuk realitas ini tak berhingga.

Selain itu, atom juga dipandang sebagai sesuatu yang tidak dapat dijadikan; tidak dapat dimusnahkan; dan tidak berubah. Yang terjadi pada atom adalah gerak. Karena itu, Demokritos menyatakan, “Prinsip dasar alam semesta adalah atom – atom, dan kekosongan”. Jika terdapat ruang – kosong, maka atom – atom itu dapat bergerak. Demokritos membandingkan gerak atom dengan situasi ketika sinar matahari memasuki kamar yang gelap, melalui celah – celah jendela. Di situ akan terlihat bagaimana debu bergerak ke segala arah, walaupun tidak ada angin yang menyebabkannya bergerak. Dengan demikian, tidak diperlukan sebentuk prinsip lain yang membuat atom bergerak, seperi prinsip cinta, dan konflik dalam pandangan Empedokles. Dengan keberadaan ruang – kosong sudahlah cukup untuk membuat atom bergerak.

Dunia, dan seluruh realitasnya tercipta karena atom – atom yang berbeda, dan unik, saling mengait bentuk satu dengan yang lain. Atom – atom yang berkaitan itu, kemudian mulai bergerak berputar, semakin lama, semakin banyak atom yang terlibat dalam gerak tersebut. Kumpulan atom yang lebih besar, tinggal di pusat gerakan, sedangkan kumpulan yang lebih kecil, dilontarkan ujungnya. Demikianlah dunia terbentuk.

___________________________________________________

Referensi:

Hardian , Sandy.S.H. Filsafat Pra – Sokratik: Pergumulan Para Phusikoi dan Relevansinya pada Pemikiran Hari ini.

Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini