Home » , » Filsafat? Bagian I: Filsafat adalah…

Filsafat? Bagian I: Filsafat adalah…


Oleh: Alarumba Agamsena

Mungkin semakin kita dewasa, kita semakin kehilangan akan penasaran-penasaran akan hal-hal sepela di sekitar kita. Kita tak akan penasaran lagi bagaimana bumi bergerak, apa pengetahuan yang sesungguhnya dan berbagai problem mendasar lainnya. Bahkan kita lebih sibuk memikirkan bagaimana cara mendapat IPK di atas tiga ketimbang memaknai hidup ini.

Filsafat-lah yang semakin memudar di diri kita. Filsafat dikatakan sebagai ilmu karena filsafat mengandung empat pertanyaan ilmiah yaitu: bagaimana, mengapa, kemana dan apa. Pertanyaan bagaimana mengandung sifat-yang dapat ditangkap atau tampak oleh indera, jawaban yang diperoleh bersifat deskriptif. Pertanyaan mengapa mengandung sebab (asal mula) suatu obyek, jawaban yang diperoleh bersifat kausalitas.

Pertanyaan kemana menanyakan tantang apa yang terjadi dimasa lampau, sekarang dan yang akan datang, pengetahuan yang diperoleh adalah: pengetahuan yang timbul dari hal yang selalu berulang dapat dijadikan sebagai pedoman, pengetahuan yang terkandung dalam adat istiadat atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat dan pengetahuan yang timbul dari pedoman yang dipakai (hukum) sebagai suatu hal yang dijadikan pegangan.

Pengerian Filsafat Secara Etimologi

Filsafat secara harfiah berasal kata Philo berarti cinta, Sophos berarti ilmu atau hikmah, jadi filsafat secara istilah berarti cinta terhadap ilmu atau hikmah. Pengertian dari teori lain menyatakan kata Arab falsafah dari bahasa Yunani, philosophia: philos berarti cinta (loving), Sophia berarti pengetahuan atau hikmah (wisdom), jadi Philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta pada kebenaran. Pelaku filsafat berarti filosof, berarti: a lover of wisdom.

Orang berfilsafat dapat dikatakan sebagai pelaku aktifitas yang menempatkan pengetahuan atau kebijaksanaan sebagai sasaran utamanya. Ariestoteles (filosof Yunani kuno) mengatakan filsafat memperhatikan seluruh pengetahuan, kadang-kadang disamakan dengan pengetahuan tentang wujud (ontologi).

Adapun pengertian filsafat mengalami perkembangan sesuai era yang berkembang pula. Pada abad modern (Herbert) filsafat berarti suatu pekerjaan yang timbul dari pemikiran. Terbagi atas 3 bagian: logika, metafisika dan estetika (termasuk di dalamnya etika). Filsafat adalah mencintai kebijaksanaan, konsep Plato memberi istilah dialektika yang berarti seni berdiskusi, konsep Cicero menyebutnya sebagai ibu dari semuai seni.

Konsep Al Farabi adalah menyelidiki hakikat sebenarnya dari segala yang ada, konsep Rene Descartes menyatakan kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. Dari keragaman pengertian filsafat tersebut. Penulis memberikan suatu konsep bahwa filsafat mempunyai pengertian yang multi dimensi.

Diamati dari aspek historis, diketahui bahwa kata filsafat pertama kali diperkenalkan oleh orang filosof Yunani yang bernama Phytagoras (582-496 SM). Walaupun pada saat itu kata filsafat belum memiliki pengertian secara jelas, namun ditangkap makna bahwa berfilsafat adalah proses berpikir kearah yang mencari kebenaran.

Kemudian pada 470-399 SM, Socrates seorang filosof dari kaum sophist menggunakan kembali kata filsafat dengan makna yang diperjelas sebagai suatu kebijaksanaa dalam mengarungi lautan kehidupan. Sejak saat itu, kata filsafat menjadi sebuah telaah berkelanjutan untuk mempelajari  berbagai fenomena kehidupan dari  kritis tersebut diperoleh yang dan pemikiran manusia secara kritis, dan hasil pemikiran  yang kritis tersebut diperoleh dari proses berpikir setajam tajamnya dan merasa sedalam dalamnya, dalam rangka mencapai dan menyelesaikan permasalahan hidup dan kehidupan ini.

Pengertian Filsafat Secara Umum

Filsafat menempatkan pengetahuan sebagai sasaran, maka dengan demikian pengetahuan tidak terlepas dari pendidikan. Jadi, filsafat sangat berpengaruh dalam aktifitas pendidikan seperti manajemen pendidikan, perencanaan pendidikan, evaluasi pendidikan, dan lain-lain. Karena ada pengaruh tersebut, maka dalam makalah ini mencoba untuk membahas tentang keterkaitan paradigma aliran-aliran filsafat tersebut dengan kajian pendidikan khususnya manajemen pendidikan.

Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.  

Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhanFilsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

Dari arti di atas, kita kemudian dapat mengerti filsafat secara umum. Filsafat adalah suatu ilmu, meskipun bukan ilmu vak biasa, yang berusaha menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Bolehlah filsafat disebut sebagai: suatu usaha untuk berpikir yang radikal dan menyeluruh, suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya.

Hal yang membawa usahanya itu kepada suatu kesimpulan universal dari kenyataan partikular atau khusus, dari hal yang tersederhana sampai yang terkompleks. Filsafat, “Ilmu tentang hakikat”. Di sinilah kita memahami perbedaan mendasar antara “filsafat” dan “ilmu (spesial)” atau “sains”. Ilmu membatasi wilayahnya sejauh alam yang dapat dialami, dapat diindera, atau alam empiris. Ilmu menghadapi soalnya dengan pertanyaan “bagaimana” dan “apa sebabnya”.

Filsafat mencakup pertanyaan-pertanyaan mengenai makna, kebenaran, dan hubungan logis di antara ide-ide dasar (keyakinan, asumsi dan konsep) yang tidak dapat dipecahkan dengan ilmu empiris. Philosophy: Inquiry into the nature of things based on logical reasoning rather than empirical methods (The Grolier Int. Dict.).

Filsafat meninjau dengan pertanyaan “apa itu”, “dari mana” dan “ke mana”. Di sini orang tidak mencari pengetahuan sebab dan akibat dari suatu masalah, seperti yang diselidiki ilmu, melainkan orang mencari tahu tentang apa yang sebenarnya pada barang atau masalah itu, dari mana terjadinya dan ke mana tujuannya.

Maka, jika para filsuf ditanyai, “Mengapa A percaya akan Allah”, mereka tidak akan menjawab, “Karena A telah dikondisikan oleh pendidikan di sekolahnya untuk percaya kepada Allah,” atau “Karena A kebetulan sedang gelisah, dan ide tentang suatu figur bapak membuatnya tenteram.”

Dalam hal ini, para filsuf tidak berurusan dengan sebab-sebab, melainkan dengan dasar-dasar yang mendukung atau menyangkal pendapat tentang keberadaan Allah. Tugas filsafat menurut Sokrates (470-399 S.M.) bukan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam kehidupan, melainkan mempersoalkan jawaban yang diberikan.

Uraian singkat tentang pengertian filsafat tersebut diatas mempertegas bahwa filsafat secara harfiah diartikan sebagai upaya perenungan dalam rangka memperoleh sistem pengetahuan untuk mencapai hidup yang lebih berkualitas, dan secara sederhana berfilsafat dapat juga dinyatakan “sebagai proses berpikir secara benar dan secara tajam terkait segala sesuatu mulai dari kulit sampai pada akar permasalahan inti”.

Dengan demikian, melalui filsafat akan ditemukan sesuatu yang menyenangkan, yang membahagiakan, yang mendamikan dan sejenisnya, termasuk dampak, impact dab benefitnya,seehingga secara konsepsi dapatdinyatakan bahwa filsafat dalah suatu kecintaan kepada kondisi yang mengedepankan segala sesuatu dengan lebih bijaksanaa, aman, naman, sejuk, dan tidak merugikan pihak manapun secara illegal.

Sejak dikemukakan pengertian dari kata filsafat, sampai saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, mengarah kepada substansi makna filsafat itu sendiri yang dipengaruhi oleh factor factor yang cukup kompleks, sehingga melahirkan berbagai pendapat tentang arti, criteria, danindikator serta cirri cirri filsafta, yang antaralain ditandai dengan lahirnya paham paham berikut ini.
•    Paham rasionalisme yang mengagungkan akal
•    Paham materialism yang mengagugkan materi
•    Paham idelais yang mengagungkan idea

Dengan demikian banyak aliran dan paham yang muncul dalam perkembangan pemikiran filsafat, maka dari kesemua aliran tersebut dapat disimpulkan bahwa kata filsafat merupakan :
•    Hasil pemikiran kritis dan dinyatakan dalam bentuk yang sistematis,
•    Hasil pemikiran manusia yang paling dalam,
•    Refleksi dan pendalaman lebih lanjut daripada ilmu pengetahuan,
•    Hasil analisis dan abstraksi berpikir manusia,
•    Pandangan hidup,
•    Hasil perenungan jiwa manusia yang mendalam, mendasar dan menyeluruh.

Pengertian Filsafat Menurut para Ahli

 Plato (427-347 SM)
Plato mengatakan bahwa filsafat haurs berlangsung dengan mengkritik pendapat pendapat yang berlaku. Jadi, kearifan dan pengetahuan intelektual itu diperoleh melalui suatu proses pemeriksaan secara kritis, diskusi dan penjelasan ide serta gagasan.

 Aristoteles (382-322 SM)
Dalam bukunya yang berjudul “metaphysics”, dia mengemukakan bahwa filsafat sebagai ilmu mempelajari tentang suatu yang ada sebagai hal ada yang berbeda dengan bagian bagiannya yang satu sama lainnya. Filsafat juga dianggap sebagai ilmu yang pertama dan terakhir sebab secara logis disyaratkan adanya ilmu lain yang juga harus dikuasai, sehingga untuk memahaminya orang harus ilmu ilmu yang lain juga.

 Sir Fancis Bracon (1561-1626 m)
Menjadi titik kebangkitan filsafat modern yang menyatakan pemikiran bahwa filsafat adalah induk agung dari ilmu ilmu. Filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.

 Rene Descartes (1590-1650)
Tokoh ini berpendapat bahwa filsafat merupakan kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan (hasbulah bakry, 1971)

 Immanuel Kant (1724-1804)
Menurut Kant, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala ilmu pengetahuan.

 G.W.F. Hegel (1770-1831)
Hegel menggambarkan filsafat sebagai landasan maupun pemcerminan dari peradaban. Sejarah filsafat merupakan pengungkapan sejarah peradapan dan begitu pula sebaliknya.

 Herbet Spenser 1820-1903
Filsafat masih tepat unutk dipertahankan bahkan perlu terus dikembangkan sebagaimana bagi pengetahuan tentang generalitas yang tingkatnya paling tinggi. Ini secara diam diam dikuatkan oleh tercangkupnya Tuhan, alam dan manusia dalam lingkungannya.

 John Dewey1859- 1952
Filsafat harus dipandang sebagai suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia dalam melakukan penyenyusain kumpulan tradisi secara terus menerus yang membentuk budi manusia yang sesungguhnya terhadap kecenderungan kecenderungan ilmiah dan cita cita politik baru dan yang tidak sejalan dengan wewenang yang diakui. Jadi, filsafat merupakan alat untuk membuat penyesuaian penyesuaian di antara yang lama dan yang baru dalam suatu kebudayaan.

 Betran Russell 1872-1970
Ia memandang filsafat sebagai suatu kritik terhadap pengetahuan. Filsafat memeriksa secara kritis asas asas yang dipakai dalam ilmu dan kehidupan sehari hari, dan mencari suatu ketidak selarasan yang dapat terkandung di dalam asas asas itu.

 Al Farabi
Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud, bagaimana hakikat yang sebenarnya.

 Langeveld
Filsafat adalah beripikir tentang masalah masalah yang akhir dan yang menentukan, yaitu masalah masalah yang mengenai makna keadaan. Tuhan, keabadian dan kebebasan.

 Hasbullah Bakry
Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ketuhanan, alam semesta, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang didapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu (Abbas Hamami M., 1976h. 2-3).

 N. Driyarkara
Filsafat adalah perenungan yang sedalam dalamnya tentang sebab sebab “ada” dan “berbuat” perenungan tentang kenyataan yang sedalam dalamnya, sampai ke “mengapa” yang penghabisan.


 Notonagoro
Filsafat itu menelaah hal hal yang menjadi objeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam, yang tetap dan yang tidak berubah yang disebut hakikat.

>>>Baca bagian II: Pengetahuan dan Kedudukan Filsafat dalam Pengetahuan

___________________________________________________

Referensi:

A.Wiramihardi,Sutardjo. 2006. Pengantar Filsafat. Bandung: Refika Aditama

Modul Mata Kuliah Azaz-azaz Filsafat karya Drs. Sudaryanto, M.Hum.

Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment