Home » , , » Filsafat Platonis Tengah

Filsafat Platonis Tengah

Sumber Gambar: Cornell University Press
Oleh: Alarumba Agamsena

Pada zaman ini ajaran para pengikut Plato tidak banyak bedanya dengan ajaran Neopytagorisme. Juga di sini faktor agama mengambil tempat yang sangat penting. Yang termasuk pengikut-pengikutnya di antaranya ialah Tarkhos dan Noumenios (kurang lebih hidup pada akhir abad ke-2).

Rangkuman Ajaran Platonis Tengah

Yang ilahi berada jauh lebih tinggi daripada yang bendawi. Hakekatnya tidak dapat dikenal, namanya tidak dapat diucap, sifat-sifatnya tidak dapat dimengerti. Di antara Yang ilahi dan dunia ini terdapat tokoh-tokoh setengah dewa, para demon, yang mempengaruhi jalannya segala sesuatu di dunia ini.

Adanya dunia bukan disebabkan oleh adanya kehendak Yang ilahi saja, melainkan juga dengan bantuan sebab lain, yaitu asas yang bertentangan dengan Yang ilahi, ialah "jiwa-dunia" yang jahat. Dunia adalah suatu campuran "yang ada" dan "yang tiada", yang baik dan yang jahat. Yang baik berasal dari Yang ilahi, sedangkan yang jahat, yang tidak sempurna, berasal dari jiwa dunia.

Di antara para pengikut filsafat Platonis tengah ini ada yang mengajarkan bahwa manusia adalah salah satu dari demon-demon yang rendah, yang setelah mengalami proses penyucian day dalam tubuh, akan kembali dalam persekutuan para demon lagi.

Pengikut ajaran ini, yang kuat sekali jiwa sinkretismenya ialah Noumenios, yang berpendapat bahwa Timur dan Barat adalah satu dalam agama dan filsafat. Menurut dia, Agama Kristen bukanlah suatu yang baru, sebab pada hakekatnya Agama Kristen adalah satu dengan hikmat Yunani. Plato sebenarnya adalah Musa yang berbahasa Yunani. Untuk menyamakan Agama Yahudi dan Kristen dengan Pytagorisme dan Platoisme dipakai tafsiran alegoris. Baik Kitab Taurot maupun Injil diterangkannya secara alegoris.

Ajarannya dalam garis besarnya sama dengan yang telah diuraikan di atas. Hanya padanya telah tampak gejala-gejala aliran Gnostik yang sinkretistis. Ia mengajarkan, bahwa dalam Yang ilahi dibedakan adalah ilah yang pertama, yaitu ilah dalam arti sempit, yang tiada hubungannya dengan dunia ini. Ilah kedua, yaitu demiourgos, yang menyebabkan adanya dunia. Yang ketiga, yaitu hasil karya demiourgos, ialah dunia itu sendiri.
___________________________________________________

Referensi:

Hadiwijono. Dr. Harun. 2014. Sari Sejarah Filsafat Barat 1. Jogja: Kanisius.

Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini