Home » , , » Ngobrol Santai Seputar Sepakbola Indonesia bersama M. Arif dan Axel Kevin

Ngobrol Santai Seputar Sepakbola Indonesia bersama M. Arif dan Axel Kevin

Sumber Gambar: artanation
Oleh: Gusti Aditya

Malam ini kami kembali berbincang mengenai banyak hal. Bahasan ngalor-ngidul hingga satu titik pertanyaan pemantik "Bagaimana LIGA 1 dan 2 yang akan bergulir beberapa hari lagi? Siap?".

Memang, sorotan kami adalah liga sepakbola kasta kedua di Indonesia. Bukan tanpa alasan, kami notabene tinggal di daerah Jawa Tengah dan lihatlah apakah ada tim Jawa Tengah dan DIY yang berjibaku di LIGA 1?

Berangkat dari satu pertanyaan dan beberapa jawaban, diskusi kami kian seru. Tidak ada seruputan kopi. Tidak ada pula remah gorengan. Karena diskusi kami bersifat elektronik. Bahasan bersama Muhammad Arif a.k.a Apet dan Axel Kevin Perdana.

Mari kita ulas.
Sekedar keterangan;
S: Saya
A: Axel, dan
M: Arif
  • S: Analisis LIGA 1 dan 2 yuk? Tapi seru liga 2 deh kayaknya. Siap emang ya?
  • A: Emang liganya jadi ya? Pertandingan pembuka saja belum ada keterangan mana lawan mana. 
  • M: Jadi lah. Laga pembuka itu "anak emas" lawan "anak wasit" tanggal 15 April 2017.
  • A: Lah, keuangan klub peserta emang udah siap buat mengarungi kompetisi? 
  • M: Lha wong ndak ada transparansi kok gimana mau tau sehat apa enggaknya. 
  • S: Menarique. 
  • A: Duh
  • S: Yang perlu dibenahi apa nieh?? 
  • M: Banyak aspek. Dari induk sampe hal terkecil di paling bawah. Masalah di indonesia itu sistemnya. 
  • A: Berkaca dalam sistem persepakbolaan di Spanyol yang mengusung konsep seperti ini: Primera-Segunda-Segunda B-Tercera-Regional Liga. Nah, apakah di Liga kita ada Liga-liga regional? Yang diurus Pengcab PSSI tiap daerah. Dan nantinya berkesempatan promosi ke Liga yang Nasional? 
  • M: Di indonesia itu, kompetisi yang ngakunya pro ini hanya ada 3 kasta sel, yaitu Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 atau liga nusantara. Kalo untuk kompetisi yang diurus Pengcab/Pengprov itu ada. Tapi ya cuma level amatir di tiap daerah. Misalkan di bantul itu setahu saya ada 4 kasta. Divisi 2, Divisi 1, Divisi Utama dan Divisi Super. Itu isinya tim lokalan bantul semua dan gak ada yg mengarah ke jenjang pro (ke linus, liga 2 atau liga 1). Di Kota Jogja, Sleman dan daerah lain juga ada kok. Tapi amatir cuma lokalan tanpa ada niatan untuk ke level liga yg katanya pro ini. 
  • A: Wew, berarti apabila tim itu mendominasi Liga Bantul misal, berarti saklawase cuma di Liga Bantul?
  • M: Yes. Kalo klub tersebut ingin masuk jajaran klub yang katanya pro ya harus punya lisensi, struktur kepengurusan dan berbagai syarat lainnya. Dan harus memulai dari linus bukan lagi kompetisi di bawah naungan Pengcab/Pengprov PSSI. Tapi harus di bawah PSSI pusat dan operator liga.
Tiba-tiba suasana menjadi sepi, namun bahasan masih layak untuk dicari kedalaman informasinya. Terlebih, ini melibatkan daerah kita dibesarkan. Harus tahu permasalahan akar, agar memahami permasalahan di pusat.
  • S: Seru, ya. Bagaimana ini bermula dari akar. Problem mungkin tidak hanya terjadi di Bantul saja, mungkin daerah lain juga memiliki permasalah serupa atau bahkan lebih mengerikan lagi. Nah, mungkin Sahabat Axel ada pertanyaan lagi untuk digali? Atau Sahabat Apet ada informasi yang ingin disampaikan untuk menjernihkan ini semua?
  • A: Aku mau nanya sih. Hmm, Spanyol merupakan kiblat baru dalam penggodogan sistem sepakbola, nah menurutmu apa kelebihan sistem di Indonesia ini ketimbang sistem yang ada di Spanyol? Menengok pribahasa, lain ladang lain pula belalangnya. 
  • M: Jika boleh kasar, ndak ada faedahnya sih, Sel, sistem di sini. Terkecuali hanya untuk menyediakan kompetisi level tarkam untuk mereka yang mencintai sepakbola. Jika di spanyol? Saya kurang tahu tentang apakah asprov/askab mereka menyelenggarakan kompetisi di level daerah masing-masing tapi yang berbeda di spanyol terdapat kompetisi level berjenjang hampir di semua kelompok umur. Hal hal itu yang tidak ada di indonesia. 
  • A: Indonesia seingetku Liga untuk U-21 ada ya dulu? But, nek di tiap regional di Spanyol ada kompetisinya dan mereka juga disiapkan untuk bisa tampil di jenjang diatasnya. Tapi level e beda-beda sihh tiap regional. Di Catalunya ada 4 level setauku. Regional lain kaya Comunitat Valencia, Basque atau Andalusia enggak terlalu tau. 
  • S: Hmmm... Ler ugha. 
  • M: Kalo ndak salah liga U-21 ini sekarang dihapus, Sel. Macam Barcelona B, Madrid Castilla itu, Sel? Tapi gak bisa main di kasta tertinggi kan ya kalo tim lapis 2 nya? 
  • A: Duhhh... Dihapus kenapa? 
  • M: Entah. Memang di negeri ini regulasi itu menyesuaikan siapa yg menjabat di PSSI dan siapa yang menjabat di Operator Liga. 
  • S: Ya, sama dengan Proyek Candi Hambalang. Sekarang sudah tidak ada kejelasannya. Objek wisata spiritual keren tuh. 
  • A: Nah, mantap nian.
Diskusi sempat berhenti dikarenakan rekan-rekan kami lainnya sedang bertukar video. Chat tertimbun dan saat saya merasa bahwa diskusi telah berakhir, Axel menanyakan hal ini:
  • A: Ada memang tim-tim amatir di Spanyol sana tapi kalau mereka berkembang ada kemungkinan mereka promosi ke tingkat atas. Tim-tim semacam Deportiva Reus, UE Sant Andreu dan Europa Barcelona contohnya.
  • M: Nah, itu yg bedanya di Indonesia. Klub disini jarang ada yg mau berkembang menuju ke sana. 
  • A: Bahas soal team reserve, memang Spanyol uniknya di situ. Team reserve bisa main di kompetisi profesional bareng tim-tim pro lainnya (tetapi gak boleh satu divisi sama tim induknya). Kalau di Inggris kan team reserve ada sendiri Liga-nya. 
  • M: Sama halnya seperti Belanda berarti ya? Tapi harusnya indonesia juga harus seperti itu, biar kalo misal di tengah kompetisi, pemain dipanggil timnas (tidak sesuai agenda FIFA), cidera atau suspensi itu bisa tinggal tarik dari tim tersebut. Tapi ya negara ini gak mau belajar, cuma stuck di situ aja. 
  • S: Tidak ada inovasi atau kurang berani mengambil kebijakan? 
  • M: Terlalu nyaman dan enggan memikirkan mungkin, hehehe. 
  • A: Sangat disayangkan. Padahal perlu sih kompetisi rentan usia segitu. Apalagi kelompok usia yang di bawahnya. Perlu sekali untuk perkembangan ke depannya.
Bersambung ke bagian II

Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment