Home » , » Phuishie: Threshthie dan Bajak Laut

Phuishie: Threshthie dan Bajak Laut


Oleh: Gusti Aditya

3 Maret

Aku buka kalender di HP-ku, Maret
Aku cek lebih detail, 3 Maret
Ini hari spesialku, di hidupku

Oh, tentu saja, ini adalah hari gajihanku

Kereta Prameks

Harganya berapa? Tanyaku
Delapan ribu rupiah. Jawab petugas
Hah? Mahal sekali! Padahal aku hanya pusing. Di toko lain harganya cuma empat ribu rupiah.

Threshthie

Seorang gadis manis yang lahir bersama hujan. Matanya besar, bulu matanya lentik. Jika tertawa tentu matanya menjadi sipit.

Namamu siapa? Sapaku dalam hati
Threshthie. Jawabku dalam hati

Threshthie dan Petugas Penjaga Kereta


Masih mengenai Threshthie
Patgulipat aku memperhatikannya
Ada sledri nyelip di giginya

Masih mengenai Threshthie
Patgulipat aku memperhatikannya
Hidungnya bengkok karena terdesak di kereta

Masih mengenai Threshthie
Patgulipat aku memperhatikannya
Ada seorang pria yang menatapku

Ternyata petugas yang curiga kepadaku. Dan menatapku lebih lama ketimbang aku menatap Threshthie. Lumayan tampan juga.

Mencoba menyapa

Dia duduk, aku berdiri. Kehabisan kursi
Aku ingin mengenalnya. Ujarku dalam hati
Hi. Sapaku untuk Threshthie
Hi juga. Jawab petugas kereta yang mengintaiku tadi

Threshthie dan Bajak Laut


Sudah sampai Stasiun Lempuyangan. Kursi-kursi terlihat kosong. Aku coba ingat lagi badan-badan organik yang tadi duduk di sini. Astaga, Threshthie! Apakah dia sudah turun? Atau malah diculik bajak laut?

Senja akan datang memanggil. Kopi-kopi ini sudah siap tuk dinikmati. Sebentar, mengapa ada bajak laut di stasiun kereta?

ꝋꝋꝋ


Balapan

Dua puluh tahun yang lalu,
Letupan senjata nyaring terdengar
Dor! Bunyinya kurang lebih seperti itu

Ban dibakar
Bus tingkat digulingkan
Sang Presiden kala itu kenapa susah digulingkan?

Kini, tempat ini, menjadi saksi lagi

Di Stasiun Balapan
Kala kita bergandengan tangan

Lemper

Daun pisang yang melilit mulai berdoa
Nasi yang memadat mulai bertasbih
Sledri gurih siap bersalib di gigi putih milikmu yang karib

René Descartes dan Threshthie

Aku berpikir maka aku ada
Mengapa saat aku merindukanmu, lalu aku memikirkanmu, kok kamu ndak ada?

Threshthie whieKant

Aku tak pernah lagi berpindah kota
Aku asik mengamati lampu-lampu indah di Yogyakarta
Ada yang merah, kuning, kelabu dan ungu
Tak ada warna hijau karena sudah meletus

Semua menjadi gulita saat aku tersedar
Tak ada bayangmu di Kota Jogja

Seperti halnya dirimu yang mencariku, aku tersesat entah ke mana.

Burjo UNS

Ingin rasanya menjadi mie dalam mangkukmu
Gemas rasanya saat engkau nguyel-nguyel mie tersebut,
Itu pun tidak kau makan

Pecel Lele UGM

Kemangi rasanya enak dan menyegarkan. Apa lagi kobokan.
Kobokan yang keruh, namun memancarkan pantulan paras ayumu.

DN III


Naik motor bersama, turunya cuma kamu
Bensinku habis dan kamu yang mendorongnya.

Hujan kemudian Basah

Puisiku tak melulu biru, sendu dan hujan
Jika aku terus bersedih, maka itu berarti aku tak memaknaimu yang selalu membuatku berarti

Puisiku kering majas. Hoperbola dan personifikasi pun aku tak faham. Yang penting kata-kata selalu mengalir saat aku menatap bathukmu yang halus.

Puisiku tak pernah membuatmu haru. Aku tak ingin pipimu jemek karena air mata haru, karena Jogja belakangan ini sering hujan, maka aku tak ingin menambah itu.

Steven Gerrard

Buku yang sangat kesepian
Terbengkalai di toko buku
Engkau kadokan dan kultuskan untukku


Sebuah buku kesepian yang dibaca oleh manusia kasmaran

Bantal

Terasa empuk, kenyal dan begitu gurih
Ini bantal atau lemper?

Sama-sama membuatku keblinger

ꝋꝋꝋ


DiA

Kemudian aku menamukan cintA
Hingga datanglah nirwanA
Yang memelukmu begitu mesrA

Modar aku kehabisan huruf A di Phuishie-ku
Ah, tidak jadi indah deh


Mybllshtprspctv ®

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini