Home » , , » Renaisans: Kelahiran Kembali Filsafat

Renaisans: Kelahiran Kembali Filsafat

Sumber Gambar: ArtHistory
Oleh: Galih Rio Pratama

Tahun 1300/1400 pengaruh Islam masuk ke Eropa bersama lasykar Perang Salib (Salam, 2000 : 123-124).Pengaruh lain masuknya Islam ke Eropa terjadi setelah bangsa Turki merebut kota Istambul yang dulunya dikenal sebagai Konstatinopel pada tahun 1453 dari tangan umat Kristen. Sarjana-sarjana di Istambul mengungsi ke Eropa dan hubungan Prancis dengan daerah Islam di Spanyol makin berkembang. Zaman ini disebut Zaman renaissance. Pada zaman inilah terjadi penemuan kembali kepribadian manusia, yang menimbulkan pemikiran individualisme/liberalisme, yang menjadi pandangan hidup bangsa barat sampai sekarang (abad ke 13- sampai dengan 16) (Salam, 2000 : 124).

Kata renaissance digunakan sejarawan untuk menunjukkan berbagai periode kebangkitan intelektual, khususnya yang terjadi di benua Eropa. renaissance sendiri memiliki arti secara etimologi menurut bahasa Prancis adalah kebangkitan kembali. Pada zaman renaissance orang Eropa semakin mengerti akan pentingnya ilmu pengetahuan dan mencoba untuk melepaskan diri dari belenggu gereja. Gerakan seperti ini semakin menguat dan berkembang dengan pesat setelah mereka sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan. Karena dengan ilmu pengetahuan mereka dapat menuju suatu masa yang lebih baik dan lebih maju. Dengan kesadaaran inilah mereka membuka halaman baru sejarah dan menutup masa kegelapan yang selama ini telah mengikat dan membatasi kemajuan mereka.

Gerakan renaissance  merupakan sebuah gerakan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan manusia pada zaman itu hingga zaman sekarang. Dengan adanya gerakan ini manusia mempunyai kebebasan dalam mengembangkan diri dalam segala aspek dan segi tidak hanya dalam segi keagamaan saja, tetapi juga dalam segi ilmu pengetahuan, seni, budaya, penjelajahan, filsafat, dan berbagai macam disiplin ilmu lainnya.

Pada zaman renaissance  muncul aliran yang menetapkan kebenaran berpusat pada manusia, yang kemudian disebut dengan humanisme. Aliran ini lahir disebabkan kekuasaan gereja yang telah menampikkan berbagai penemuan manusia, bahkan dengan doktrin dan kekuasaannya, gereja telah meredam para filosof dan ilmuwan yang dipandang dengan penemuan ilmiahnya telah mengingkari kitab suci yang selama ini diacu oleh kaum kristiani.

Berdasarkan uraian di atas mengingat pentingnya zaman renaissance dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat, maka penulis tertarik untuk menulis masalah ini dalam sebuah makalah. Diharapkan dengan penulisan makalah ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai zaman renaissance dan perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan yang terjadi pada zaman tersebut.

Apa Itu Renaisans?

Renaissance, berasal dari kata prancis yang berarti kelahiran kembali (rebirth). Kata kelahiran kembali (rebirth) digunakan karena masyarakat pada zaman tersebut percaya bahwa gangguan yang diterima dari pihak gereja akan menghilang sehingga dapat melanjutkan kembali peradaban kearah yang lebih baik. Nama renaissance pertama kali diterima dari semangat kebangkitan manusia untuk mau berpikir pada zaman kegelapan yang terjadi di benua Eropa. Renaissance, merupakan paham sejarah baru yang membangun dan menguhubungkan konsep sejarah dari zaman kuno ke zaman modern, yang dipisahkan oleh periode yang sangat lama dengan perbedaan gaya hidup yang sesuai disebut zaman pertengahan (Palmer. dkk , 2007 : 56). Menurut Rini (2013 : 29) dalam tulisannya menyatakan secara etimologi, renaissance berarti “kelahiran kembali” atau “kebangkitan kembali”. Kata ini berasal dari prancis yaitu “re”artinya lagi atau kembali dan naissance artinya kelahiran. Dalam bahasa latin , istilah renaissance berasal dari kata nascentia, nascor, a
tau natus yang setara kelahiran, lahir atau dilahirkan.

Salam (2000 : 131) menuliskan bahwa masa kebangkitan atau renaissance berarti masa untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik (Yunani-Romawi) dengan meninggalkan kebudayaan tradisional yang bernapaskan kristiani. Renaissance merupakan sebuah periode penemuan manusia dan dunia, bukan sekedar kebangkitan kembali yang merupakan permulaan kebangkitan modern. Renaissance merupakan sebuah masa antara zaman pertengahan dan zaman modern yang ditandai oleh terjadinya sejumlah perkembangan pola dalam bidang pemikiran manusia.

Zaman renaissance ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Renaissance ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang menginginkan pemikiran yang bebas tanpa terikat dari dogma-dogma agama. Manusia ingin mencapai kemajuan sendiri tampa melibatkan campur tangan sang pencipta/Ilahi. Pada zaman ini ilmu pengetahuan sudah mulai dirintis (Surajiyo, 2007 : 86).

Menurut Bakhtiar (2012 : 49-50) zaman renaissance terjadi pada abad 15-16. Renaissance sendiri berarti sebuah era sejarah yang penuh dengan perkembangan kemajuan dan perubahan dalam bidang ilmu. Pada zaman ini berbagai gerakan bersatu untuk menentang pola pemikiran abad pertengahan yang dogmatis, sehingga melahirkan suatu perubahan revolusioner dalam pemikiran manusia dan membentuk suatu pola pemikiran baru dalam filsafat. Zaman Renaissance terkenal dengan era kelahiran kembali kebebasan manusia dalam berpikir seperti pada zaman Yunani kuno.

Zaman ini juga sering disebut sebagai zaman humanisme yang mana manusia diangkat dari abad pertengahan. Pada abad tersebut manusia kurang di hargai kemanusiaannya. Kebenaran di ukur berdasarkan ukuran gereja, bukan menurut ukuran yang di buat oleh manusia sendiri. Humanisme menghendaki ukurannya haruslah manusia, karena manusia mempunyai kemampuan berpikir. Bertolak dari sini, maka humanisme menganggap manusia mampu mengatur dirinya sendiri dan mengatur dunia. Karena semangat humanisme tersebut  akhirnya agama Kristen semakin di tinggalkan, sementara pengetahuan rasional dan sains berkembang pesat terpisah dari agama dan nilai-nilai spiritual.

Berdasarkan uraian tulisan dari para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kata renaissance dari zaman renaissance diambil dari kata dalam bahasa Prancis yakni “re” yang berarti lagi atau kembali dan naissance artinya kelahiran atau kebangkitan. Jadi apabila kedua kata tersebut digabungkan maka renaissance berarti kelahiran kembali atau kebangkitan kembali. Zaman renaissance merupakan suatu zaman yang berada pada abad 15-16 (abad pertengahan). Zaman ini merupakan zaman peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern. Pada zaman ini manusia ingin memiliki pemikiran yang bebas tanpa terikat dari dogma agama kristen dan pada zaman ini pula dimana ilmu pengetahuan modern yang ada saat ini sudah mulai dirintis.

Penyebab Munculnya Renaisans

Penyebab munculnya zaman renaissance menurut Acmadi (2012 : 67-80) adalah sebagi berikut.

Filsafat barat abad pertengahan (476-1492) juga dikatakan sebagai abad kegelapan. Pendapat ini didasarkan pada pendekatan sejarah gereja. Memang pada saat itu tindakan gereja sangat membelenggu kehidupan manusia sehingga manusia tidak lagi memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi diri. Para ahli pikir pada saat itu pun tidak tidak memiliki kebebasan berpikir. Apabila terdapat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran gereja, orang yang mengemukakannya akan mendapat hukuman berat. Pihak gereja melarang diadakannya penyelidikan-penyelidikan berdasarkan rasio terhadap agama. Ciri pemikiran filsafat barat abad pertengahan yaitu (1) cara berfilsafat dipimpin oleh gereja, (2) berfilsafat di dalam lingkungan ajaran Aristoteles, (3) berfilsafat dengan pertolongan Augustinus dan lain-lain. Masa abad pertengahan ini juga dapat dikatakan sebagai suatu masa yang penuh dengan upaya menggiring manusia ke dalam kehidupan /sistem kepercayaan fanatik dengan menerima ajaran gereja secara membabi buta. Karena itu perkembangan ilmu pengetahuan menjadi terhambat. Masa pada abad pertengahan penuh dengan dominasin gereja tanpa memkirkan martabat dan kebebasan manusia yang mempunyai perasaan, pikiran, keinginan, dan cita-cita untuk menentukan masa depannya sendiri.

Masa abad pertengahan ini terbagi menjadi dua masa yaitu masa patristik dan masa skolastik. Masa skolastik terbagi menjadi masa skolastik awal, puncak dan skolastik akhir.

1. Masa patristik

Istilah patristik berasal dari kata latin yang berarti pater atau bapak, yang artinya para pemimpin gereja. Para pemimpin gereja ini dipilih dari golongan atas atau golongan ahli pikir. Dalam golongan ahli pikir ini lahir berbagai perbedaan pemikiran tentang penolakan filsafat Yunani atau menerimanya berbaur dengan ajaran kristen yang berdasarkan firman tuhan.    

Perbedaan  pemikiran tersebut terus berkelanjutan, sehingga orang-orang yang menerima filsafat Yunani menuduh bahwa mereka (orang-orang Kristen yang menolak filafat Yunani) itu munafik. Kemudian orang-orang yang dituduh munafik tersebut menyangkal, bahwa tuduhan tersebut dianggap fitnah. Dan pembelaan dari orang-orang yang menolak filsafat Yunani mengatakan bahwa dirinyalah yang benar-benar hidup sejalan dengan Tuhan. Perbedaan ini melahirkan para apologis (pembela iman Kristen) dengan kesadarannya membela iman kristen  dari serangan filsafat Yunani. Tokoh-tokohnya ialah Justinus Martins, Klemens, Tertullianus dan Agustinus.

2. Masa skolastik

Istilah skolastik adalah kata sifat yang berasal dari kata school, yang berarti sekolah. Jadi skolastik berarti aliran atau yang berkaitan dengan sekolah. Perkataan skolastik merupakan corak khas dari sejarah fisafat abad pertengahan. Filsafat skolastik dapat tumbuh dan berkembang karena faktor religius dan pengetahuan.

Terdapat beberapa pengertian dari corak khas skolastik, sebagai berikut.
  1. Filsafat skolastik adalah filsafat yang mempunyai corak semata-mata agama.
  2. Filsafat skolastik adalah filsafat yang mengabdi pada teologi atau filsafat yang rasional memecahkan persoalan-persoalan mengenai berpikir, sifat ada, kejasmanian, kerohanian, dan baik buruk.
  3. Filsafat skolastik adalah suatu sistem filsafat yang termasuk jajaran pengetahuan alam kodrat, akan dimasukkan kedalam bentuk sintesis yang lebih tinggi antara akal dan kepercayaan.
  4. Filsafat skolastik adalah filsafat Nasrani karena banyak dipengaruhi oleh gereja.
Masa skolastik terbagi menjadi tiga periode. Berikut uraian mengenai tiga periode dalam masa skolastik.

Masa Skolastik Awal

Masa skolastik awal berlangsung dari tahun 800-1200 atau berlangsung sejak abad ke-5 hingga ke-8, pemikiran filsafat patristik mulai merosot, terlebih lagi pada abad ke-6 dan ke-7 dikatakan abad kacau. Hal ini disebabkan pada saat itu terjadi serangan terhadap romawi sehingga kerajaan romawi berserta peradabannya runtuh. Baru pada abad ke-8 masehi, kekuasaan berada di bawah Karel Agung dapat memberikan suasana ketenangan dalam bidang politik, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan, termasuk kehidupan manusia serta pemikiran filsafat yang semuanya menampakkan mulai adanya kebangkitan.

Saat ini merupakan zaman baru bagi bangsa Eropa. Hal ini ditandai dengan skolastik yang didalamnya banyak diupayakan pengembangan ilmu pengetahuan disekolah-sekolah. Pada mulanya skolastik ini timbul pertama kali di Italia Selatan dan akhirnya sampai berpengaruh ke Jerman dan Belanda. Tokoh-tokoh yang terlibat pada zaman skolastik adalah  Aquinas, Johanes Scotes Eriugena, Peter Lombard, dan  Peter Abaelardus.

Masa Puncak Skolastik

Pada masa ini ditandai dengan munculnya universitas-universitas dan ordo-ordo, yang secara bersama-sama ikut menyelenggarakan atau memajukan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Berikut beberapa faktor mengapa masa skolastik mencapai pada puncaknya.
  1. Adanya pengaruh Aristoteles, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina sejak abad ke-12 sehingga sampai abad ke-13 telah tumbuh  menjadi ilmu pengetahuan yang luas.
  2. Tahun 1200 didikrikan beberapa Universitas Almameter di Prancis.
  3. Berdirinya ordo-ordo. Ordo-ordo inilah yang muncul karena banyaknya perhatian orang terhadap ilmu pengetahuan sehingga menimbulkan dorongan  yang kuat untu memberikan suasana yang semarak pada abad ke-13.
Peristiwa penting yang juga terjadi pada zaman ini adalah pristiwa kristenisasi ajaran Aristoteles. Kristenisasi ajaran Aristoteles ini terjadi untuk menghindari adanya pencemaran ajaran Aristoteles oleh ahli pikir arab (Islam). Hal itu dianggap sangat membahayakan ajaran kristen kemudian Albertinus Magnus dan Thomas Aquinas sengaja menghilangkan unsur-unsur atau selipan dari Ibnu Rusyd dan mengganti bagian-bagian ajaran Aristoteles yang bertentangan dengan ajaran Kristen.

3. Masa Akhir skolastik

Pada masa ini ditandai dengan adanya rasa jemu terhadap segala macam pemikiran filsafat (filsafat skolastik) yang menjadi kiblatnya sehingga memperlihatkan stagnasi (kemandegan).

Setelah abad pertengahan berakhir sampailah pada zaman renaissance. Pada zaman renaissance ini manusia memiliki kebebasan dalam berpikir dan berfilsafat tanpa harus terikat pada aturan keagamaan. Pada zaman ini pengetahuan mulai berkambang lagi.

Selanjutnya penyebab munculnya zaman renaissance juga turut diutarakan oleh (Rini 2013 : 30) sebagai berikut: Zaman pertengahan adalah zaman dimana Eropa sedang mengalami masa suram. Berbagai kreativitas sangat diatur oleh gereja. Dominasi gereja sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Agama Kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Berbagai hak diberlakukan demi kepentingan gereja, tetapi hal-hal yang merugikan gereja akan mendapat balasan yang sangat kejam. Pemikiran manusia pada abad pertengahan ini mendapat doktrin dari gereja. Pemikiran tentang ilmu pengetahuan banyak diarahkan pada kajian teologi. Pemikiran filsafat berkembang sehingga lahir filsafat skolastik yaitu suatu pemikiran filsafat yang dilandasi pada agama dan untuk alat pembenaran agama. Oleh karena itu disebut dark age atau zaman kegelapan.

Dengan adanya berbagai pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah atas saran dari gereja, maka timbulah sebuah gerakan kultural, pada awalnya merupakan pembaharuan dibidang kejiwaan, kemasyarakatan dan kegerejaan di Italia pada pertengahan abad ke-14. Dengan munculnya gerakan kultural ini maka turut memunculkan gerakan renaissance. Selain itu sebelum gereja mempunyai peran penting dalam pemerintah, golongan-golongan elit hidup dengan kemewahan, kemegahan, keperkasaan dan kemasyuran. Namun ketika dominasi gereja mulai berpengaruh, maka hal seperti itu tidak diperoleh mereka, sehingga menimbulkan semangat renaissance.

Selain dari Sari, Salam (2000 : 128-130) juga mengutarakan penyebab munculnya zaman renaissance sebagai berikut: Situasi umat kristen Eropa, pada abad 6-12 dikenal sebagai abad kegelapan hal itu karena tidak ada perkembangan dalam hal ilmu pengetahuan. Selama kekuasaan kerajaan Romawi dan kekuasaan Katolik-Romawi perkembangan ilmu pengetahuan sendiri tidak ada tambahan apapun. Selama 1400 tahun samapai 1500 taqhun  segalanya masih dilandaskan pada penemuan pengetahuan bangsa Yunani, Aristoteles.

Pemikiran yang dalam jangka waktu ±1000 tahun berkuasa dalam masyarakat Eropa adalah pemikiran tentang agama dan sikap kehidupan yang mengakui adanya suatu hukum yang berkuasa dalam masyarakat dan alam semesta. Soal ini berlandaskan pada adanya hukum kerajaan romawi, yang kemudian disusul hukum yang berlandaskan dogma agama.

Bangsa Romawi mulai menyusun kerajaannya kira-kira tahun 295 sebelum masehi. Seiktar 27 sebelum masehi, kerajaan itu menjadi kekaisaran dengan roma sebagai ibukota bagian Barat. Kekaisaran Romawi bagian Barat ini berakhir pada tahun 476. Kekaisaran bagian timur kerajaan Romawi, dengan ibukota Konstatinopel atau Istambul baru lenyap pada tahun 1453, dan jatuh kedalam kekuasaan bangsa Turki yang memeluk agama Islam.

Pada waktu kasisar Constatinus berkuasa, agama katolik menjadi agama resmi dalam kerajaan Romawi, yaitu kira-kira tahun 313 masehi. Setelah kerajaan Romawi runtuh maka daerah di sebelah Utara Laut Tengah jatuh ke dalam pengaruh agama Katolik Romawi. Sekalipun dikuasai bangsa Romawi, Namun di daerah Selatan Lautan Tengah ilmu pengetahuan tetap diusahakan oleh orang-orang keturunan bangsa Yunani.

Betapapun terkenalnya bangsa Romawi, Namun dalam lapangan ilmu pengetahuan mereka praktis tidak memberikan sumbangan apapun. Mereka hanya disibukkan dengan masalah-masalah keagamaan dan terus menerus mempelajari masalah dosa, penghapusan dosa soal ketuhanan tanpa memperhatikan soal duniawi dan ilmu pengetahuan.

Karena tidak memperhatikan soal pengetahuan dan soal duniawi yang wajar maka dari mulai runtuhnya kerajaan Romawi dan mulai berkembangnya agama Katolik-Romawi sampai kira-kira tahun 1300/1500, benua Eropa terjerumus dalam apa yang disebut abad kegelapan (The Dark and Middle Age).Eropa dilanda oleh apa yang dalam zaman sekarang disebut takhayul. Mereka tunduk pada hukum yang berlandaskan dogma agama. Sepanjang masa itu, di Sebelah Selatan Laut Tengah berkembang kerajaan bangsa Arab, terutama dalam pengaruh Islam. Baru sekitar tahun 1300 dan 1400 pengaruh dari daerah kebudayaan Islam mamasukki benua Eropa, pengaruh tersebut masuk bersama lasykar perang salib.

Arus pengaruh lainnya terjadi setelah bangsa Turki merebut Istambul dari tangan umat Kristen. Sarjana-sarjana dari Istambul mengungsi ke Eropa, sedangkan di Spanyol hubungan Prancis dengan Islam lambat laun berkembang. Zaman inilah disebut zaman renaissance.

Berdasarkan uraian di atas penyebab munculnya zaman renaissance adalah karena terjadinya masa kegelapan di Eropa pada abad ke 6-12, dimana pada saat itu pemikiran manusia dikekang dan pada saat itu orang-orang tidak dapat berfilsafat secara bebas. Pemikiran mereka hanya berkutat pada pemikiran tentang keagamaan saja sedangkan pada ranah duniawi dan ilmu pengetahuan tidak diperhatikan. Baru pada akhir zaman skolastik masyarakat Eropa mulai jemu dengan kemandegan pemikiran filsafat dan ilmu pada saat itu. Rasa jemu dari kemandegan ini melahirkan zaman baru untuk merubahnya yakni dikenal sebagai zaman renaissance.
___________________________________________________

Referensi:

Poedjawijatna.1990. Pembimbing ke Arah Alam Filsafat. PT. Pembangunan: Jakarta

Hadiwijjono, Harun. 1980 .Sari Sejarah Filsafat Barat I. Penerbit Kanisius: Yogyakarta

Bertens, Kees. 1975. Ringkasan Sejarah Filsafat. Penerbit Kanisius: Yogyakarta

Magee, Bryan. 2008. The Story of Philosophy. Penerbit Kanisius: Yogyakarta

Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini