Home » » Ni Nyoman Wangi Seorang Pelajar Teladan Putri Sebayaku

Ni Nyoman Wangi Seorang Pelajar Teladan Putri Sebayaku

Oleh: I Wayan Budiartawan

Saat aku duduk di bangku SMP, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI  ketika itu di kota Amlapura, Karangasem diadakan pemilihan pelajar teladan. Pesertanya adalah pelajar putra-putri baik tingkat SD, SMP maupun SMA dari sekolah-sekolah yang tersebar di seantero wilayah kabupaten.

Setiap sekolah mengirimkan 2 orang  pelajar putra dan putri sebagai utusan ke kota untuk mengikuti pemilihan pelajar teladan tersebut. Panitia menguji penguasaan materi pelajaran oleh para peserta. Pertanyaannya meliputi soal-soal  di bidang ilmu yang telah disampaikan oleh   guru-guru di sekolah masing-masing.

Pemilihan pelajar teladan sangat bergengsi. Di samping untuk mengukur prestasi akademis yang telah dicapai oleh para pelajar, panitia juga melakukan wawancara lisan untuk mengetahui latar belakang kehidupan yang dimiliki oleh para peserta. Dengan kata lain para peserta diuji baik secara fisik maupun mental.

Penyerapan materi pelajaran  oleh para siswa di seluruh kabupaten sangat beragam.  Untuk mendapatkan umpan balik pemerintah kabupaten mengadakan pemilihan pelajar teladan. Dengan demikian nantinya akan terpilih pelajar teladan yang benar-benar pintar. Hal ini akan turut pula mendongkrak gengsi sekolahnya.

Biaya pemondokan tempat tinggal sementara para peserta di kota adalah tanggung jawab pihak sekolah yang mengirimnya. Kepala sekolah memikul kewajiban untuk menyediakan pemondokan tempat tinggal sementara di kota dengan menugasi seorang guru bawahannya untuk mengurus pelajar yang mewakili sekolahnya.

Uang saku untuk kebutuhan makan dan minum dibebankan kepada para pelajar masing-masing. Pemilihan pelajar teladan pada waktu itu berlangsung selama tiga hari. Para orang tua diminta mengeluarkan uang tambahan untuk mengongkosi putra-putrinya ke kota kabupaten. Pelajar yang kurang mampu, namun berotak cerdas, biayanya dirembugkan oleh guru-gurunya di sekolah.

Para pejuang ’45 telah berhasil merebut kemerdekaan RI. Semangat kepahlawanan angkatan ’45 diajarkan di sekolah-sekolah.
Semangat ini tidak boleh luntur dan diwariskan kepada generasi muda sekarang yang sebagian besar terdiri atas para pelajar. Pemilihan pelajar teladan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus tiap   tahunnya untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI agar nilai-nilai perjuangan  bangsa ini tidak dilupakan.

NI NYOMAN WANGI, seorang pelajar putri SMP Negeri Tista, Kecamata Abang ketika itu keluar sebagai pemenang. Dia tergolong  pelajar putri yang pintar sehingga mampu menyisihkan para peserta putri yang lain. Selain itu dia seorang gadis remaja dari desa yang berkepribadian menarik. Dia sangat ramah kepada semua orang dan tutur katanya lemah lembut penuh dengan sopan santun. Penampilannya sangat sederhana, tapi dia gadis remaja yang manis dan rasa percaya dirinya tinggi.

Sayang di tingkat Provinsi Bali dia gagal untuk memperebutkan tiket ke ibu kota Jakarta.

Itu yang aku ketahui tentang pemilihan pelajar teladan ketika aku masih berstatus pelajar putra di SMP Negeri Rendang.

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini