Home » , » Samaun Samadikun Ilmuwan Chip Indonesia

Samaun Samadikun Ilmuwan Chip Indonesia

Oleh: I Wayan Budiartawan

Semasa hidupnya Samaun Samadikun mengabdikan seluruh hidupnya untuk mendorong berkembangnya teknologi chip di tanah air. Pria berpenampilan sederhana dan bertutur kata lemah lembut ini lahir di Magetan – Jawa Timur pada tahun 1931. Beliau adalah guru besar terbaik yang dimiliki ITB dalam bidang teknologi chip.

Pada masa mudanya, mulai tahun 1950, beliau menempuh pendidikan di ITB sampai lulus dan memperoleh  gelar insinyur. Semasa menjadi mahasiswa beliau aktif dalam kegiatan-kegiatan di kampus ITB. Ketika itu  beliau  menjadi salah seorang anggota senat

Selanjutnya beliau memilih berkarir sebagai dosen pada almamaternya yaitu lTB. Lalu sebagai tenaga akademis muda pada masa itu beliau pun mendapat kesempatan untuk  kuliah di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu beliau mendalami teknologi chip sampai mendapat hak cipta di sana.

Sekembalinya ke tanah air, di samping mengajar di ITB, putra gubernur pertama Jawa Timur ini mendapat kepercayaan dari pemerintah RI untuk menjadi pejabat. Berbagai jabatan pernah beliau emban antara lain salah satu direktur di DIKTI, kemudian  menjadi dirjen di departemen pertambangan dan energi. Sementara itu  instansi seperti  LIPI juga pernah diketuai oleh beliau. Terakhir beliau terpilih sebagai  anggota MPR utusan golongan.

Kepemimpinan beliau diakui oleh semua kalangan. Beliau pernah ditunjuk untuk mengelola bantuan Pemerintah Perancis yang terdiri dari pembangunan gedung, instalasi peralatan laboratorium dan beasiswa untuk kuliah di Perancis untuk dosen muda ITB. Kemudian beliau mendirikan kelompok penelitian dalam bidang teknologi chip dengan dana bantuan dari Bank Dunia. Gedung penelitian berstandar internasional pun dibangun dan disusul dengan pembelian peralatan-peralatan laboratorium yang baru. Staf muda dikirim  tugas belajar ke negara-negara yang ditunjuk proyek Bank Dunia seperti Kanada, Inggris dan Amerika Serikat.

Berkat sentuhan tangan dingin beliau, sekelompok peneliti di ITB bisa merancang chip sendiri seperti di negara maju. Jasa-jasa beliau perlu dikenang oleh generasi muda. Kegigihan dan semangat juang beliau pantas ditiru. Beliaulah yang meletakkan pondasi dan merintis jalan bagi terbentuknya sebuah lembaga yang mempelopori penguasaan teknologi chip untuk kemajuan negeri ini.

Kini sang guru besar telah berpulang. Beliau tutup usia pada tahun 2006 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

I  Wayan Budiartawan

6 September 2016

0 komentar:

Post a Comment