Home » , , » Suku Mante dan Willy Wonka

Suku Mante dan Willy Wonka

Sumber: Death and Taxes
Oleh: Gusti Aditya

Belakangan ini banyak pemberitaan baik di media sosial maupun di layar kaca yang membahas Suku Mante di Aceh. Semua bermula ketika ada rombongan komunitas motor trail yang tidak sengaja merekam seseorang yang bergerak cepat, kemudian hilang di alang-alang.

Adanya bukti tersebut kembali memanaskan perdebatan mengenai apakah suku ini masih eksis di Tanah Rencong atau hanya sekedar hoax saja pun kian semarak. Berbagai ahli pun membahasnya, mulai dari pakar telematika hingga arkeolog terkemuka.

Berbagai pemikiran pun berkembang. Teori logis hingga konspirasi pun bermunculan. Semua memusatkan pandangan bahwa suku itu harus dicari agar memuaskan dahaga para manusia yang penasaran. Padahal, ini merupakan suatu pesan bahwa Suku Mante ingin hidup tenang dan tanpa diusik oleh manusia modern.

Pikiran saya malah jauh meninggalkan Suku Mante yang berasal dari provinsi paling Barat di Indonesia. Saya malah memikirkan bahwa baginilah yang terjadi dengan Suku Oompa-Loompa yang menjadi tokoh cukup populer dalam garapan Ronald Dahl dalam bukunya Charlie and the Chocolate Factory dan Charlie and the Great Glass Elevator. Sama halnya dengan Suku Mante, Suku Oompa-Loompa merasakan manusia telah mengusik ketenangan mereka.

Memang, dalam cerita suku ini terusik oleh Whangdoodles, Hornswogglers dan Snozzwangers yang akan memangsa dan mempunahkan mereka dari Pulau Lompa yang terisolasi di kawasan Pasifik. Oompa-Loompa memiliki tinggi selutut manusia dengan potongan rambut bob. Mereka menyukai biji coklat, hingga datang lah Willy Wonka yang menyelamatkan mereka sekaligus memperkejakan mereka di pabrik coklat miliknya.

Willy Wonka datang sebagai penyelamat suku ini dari serangan pemangsa. Berbeda cerita jika Wonka datang dan merekam suku ini kemudian menyebarkannya di sosial media. Bisa dipastikan, beberapa menit saja video tersebut diudarakan, manusia berangsur-angsur datang menuju Pulau Lompa untuk meneliti sekaligus membisnisi mereka (walau Wonka juga sebenarnya membisnisi mereka dengan bekerja di pabrik dengan diberi upah biji coklat).

Sebenarnya Suku Oompa-Loompa juga merupakan manusia. Mereka dapat berpikir dan berlogika, bahkan lebih pandai dari manusia pada umumnya. Mereka juga dapat bernyanyi dengan menyisipi nilai moral di dalamnya. Mereka juga hidup dengan nilai-nilai universal yang tumbuh melingkupi kehidupannya.

Kembali ke Suku Mante, sama juga dengan Oompa-Loompa, mereka adalah bagian dari alam semesta. Sekecil apa pun eksistensi Suku Mante, walau lebih mengarah kepada aroma dongeng pengantar tidur, mereka juga terlahir untuk mewarnai alam semesta. Kemudian mereka merujuk kepada tatanan alam yang lebih sempit, yaitu kelompok sosial.

Mereka ingin tetap hadir dan tanpa diusik. Siapa yang ingin kelompoknya diusik oleh kelompok lain? Memang, dewasa ini kehidupan manusia tidak bisa dipisah oleh teknologi. Terutama teknologi informasi yang membuat suatu peradaban baru bernama globalisasi. Kita dapat menggunakan teknologi, sementara beberapa persen manusia yang hidup di bumi belum pernah berkenalan dengannya.

Oleh karena itu, dalam memahami Suku Mante, kita memerlukan suatu sudut pandang baru. Sebuah sudut pandang di mana tidak hanya melibatkan satu individu saja, namun kerjasama seluruh golongan umat manusia. Sehingga akan muncul kepekaan terhadap apa yang dirasakan oleh Suku Mante dan bukan rasa tidak peduli, namun rasa mengerti mengenai prifasi antar masyarakat.

Willy Wonka lah contoh manusia yang tidak menghiraukan rasa pengertian antara masyarakat. Dia membawa Oompa Loompa menuju sebuah pabrik dan merubah total kehidupan suku primitif tersebut; mulai dari pakaian, cara mereka memaknai hidup dan seluruh pola-pola kehidupan yang dahulu mereka ganggam kuat.

Memang, maksud Wonka adalah menyelamatkan Loompa dari gangguan pemangsa yang akan mempunahkan mereka, namun apa yang Wonka lakukan adalah sebuah tindakan yang salah dalam menerapkan teknologi dan rasa saling toleran. Kemudian, apakah hal serupa akan terjadi pada Suku Mante, akan ada sosok heroik yang menyelamatkan mereka dengan dalih menyelamatkan dari predator bernama manusia?

Mybllshtprspctv®

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini