Home » , » Teruntuk Teman Lama

Teruntuk Teman Lama

Oleh: Muhammad Arif Nur Hafidz

Semakin bertambahnya umur, saya menyadari akan satu hal yang akan selalu saya amini hingga nanti, bahwa teman lama hanya dan akan tetap menjadi seorang teman lama, kita tidak bisa untuk berharap lebih hingga dipaksa untuk tetap menjadi baru seperti dulu saat kali pertama bertemu.

Dimulai dari obrolan grup yang kian sepi, menjadi seorang silent readers tanpa mau untuk ikut nimbrung, pun ketika bertemu di jalan memasang gimmick membuang muka, hingga mungkin jika sudah mencapai tingkat stadium akhir, bisa dengan mudahnya untuk melupakan teman lamanya. Teman yang dahulu sejatinya sama-sama saling membahagiakan di waktunya.

Entah mungkin memang bukan lagi menjadi prioritas di daftar agenda pentingnya berkat adanya kerjaan, kuliah, tugas, pacar atau pun teman baru yang kelak juga akan di lupakan kalau sudah waktunya. Atau memang begitulah orang tersebut, berusaha untuk tak memperpanjang masa silaturahmi dengan teman lamanya.

Tetapi, satu hal yang saya mau ungkapkan, beruntunglah kalian jika masih ada diantara teman kalian yang mau bawel, mau repot untuk berusaha mengumpulkan waktu bersama kalian, hingga semuanya dapat berkumpul kembali, karena semua itu bukan perkara mudah layaknya kentut sembarangan, semua memang mempunyai urusan masing-masing tetapi hal terpentingnya adalah bagaimana mereka juga bisa menempatkan teman lama di salah satu daftar prioritas.

Cobalah untuk sedikit menghargai usaha orang yang mau dan berusaha mengumpulkan teman lama tersebut. Saya paham betul jika prioritas tetaplah prioritas, tetapi bukankah jika hanya meninggalkan satu waktu untuk berkumpul bersama teman lama tidak akan sepenuhnya merubah dunia anda?

Jangan sampai mengecewakan orang tersebut hingga pada akhirnya tidak mau lagi untuk repot-repot mengumpulkan. Dan endingnya? Lepas semua memori, teman lama dan juga waktu untuk berkumpul kembali yang tak pernah datang lagi.

Bukankah menghargai itu bukan sebuah perkara sulit? Bukan hanya dalam konteks prioritas tetapi juga soal mau tidaknya untuk melupakan alasan konyol lain demi mau meluangkan waktu yang sudah di agendakan bersama.

Selamat malam dan selamat berbuka puasa, teman lama yang hari ini ada janji buka bersama.

0 komentar:

Post a Comment