Home » , » Surat dari Petinggi Liverpool untuk Mas Coutinho

Surat dari Petinggi Liverpool untuk Mas Coutinho

Oleh: Gusti Aditya

Sebenarnya surat ini bersifat sangat rahasia. Walau tidak serahasia Supersemar ala Mbah Harto yang menggulingkan kedigdayaan Sukarno. Tetapi tetap saja penting bagi setengah umat manusia yang berumur tua karena yang umur muda juga berharap namun sebaliknya.

Yang tua berharap bertahan, yang muda berharap cepat-cepat lepas agar supaya mereka dapat mendali yang lebih banyak.

Mbok plis to, saya tidak nyolong, tapi nguping. Surat ini saya dapatkan ketika saya berkunjung ke Merseyside lantaran tugas negara. Iseng-iseng mau masuk ke Godison malah masuknya ke Anfield karena kedua stadiun ini begitu dekat. Tidak sedekat aku dan dia belakangan ini.

Ketika itu ada pengusaha kaya Amerika dan pemain Brazil yang lagi ngaso di pinggir lapangan. Ndilalah bin tidak ada angin tidak ada hujan, pengusaha kaya itu bilang "Sarangheo oppa tanpa i, tapi 120 juta wajib," Sembari memberikan secarik kertas dan berlari malu-malu kucing.

Naluri saya sebagai wartawan terpacu. Saya datangi Mas Cou tadi dan bertanya ada apa. Blio menjawab, "Ane masih cinta gan sama ini klab walau klab cuma kasih saya piala premier, itu aja titlenya Asia. Duh dek. Tapi pernyataan nomor 10 pemilik klab membuat saya degdegan. Read more...."

Tanpa tedeng aling-aling, Mas Cou menyodori saya surat tadi dan dia berlari sambil menangis.  Nah suratnya buru-buru saya salin sebelum saya mengejar Mas Cou untuk menyimpan surat ini baik-baik. Berbunyi seperti ini;

Untuk Mas Cou,

Tidak terasa sudah beberapa tahun kita bersama, namun tidak satu pun piala yang kita rangkul dan banggakan.

Pertama kali jumpa, saya melihat Mas Cou masih kriwil unyu macam kobokan warteg alias pacarnya mbak London Biru Islan. Tetapi, belakangan ini Mas sudah makin kece, pun dengan olah bola yang mas miliki.

Setali tiga uang dengan pencapaian Mas Cou, hirarki bola pun tercipta. Mulai dari awal Mas bermain di klab simbah macam Internazionale 6 stanzas milik komunis, kemudian klab bapak-bapak seperti Liverpool dan akhirnya Mas dicintai para dedek gemas yang merengek kala idolanya pindah ke Paris.

Mas Cou yang juga ndak kalah gemes, mungkin mas tahu respon para Kopite yang tidak rela jika mas pergi. Namun, tradisi selama saya memimpin, jika harga sudah oke, sekali pun Steven Gerrard tetap harus minggat.

Ndak percaya? Torres sama Suarez sudah merasakannya, Mas. Walau katanya itu keinginan mereka, tetapi sebenarnya sudah ada dana yang membuat saya nyengir kuda.

Pun, dahulu Torres dan Suarez sudah saya beri surat cinta macam ini. Sekali pun Jürgen Klopp kowar-kowar ngekeep Mas Cou, jika saya sudah mantuk-mantuk ya Mas harus manut. Jangankan Jurgen Klopp, Jurgen Habermas pun saya berani.

Mas Cou yang suka R satu plus kotak, saya tahu klab ini adalah tradisi. Bukan musiman macam klab yang mengincar mas belakangan ini. Saya juga tahu jika mas sering menangis tat kala gema You Will Never Walk Alone berkumandang. Tetapi klab yang menjadi destinasi mas selanjutnya ndak kalah gemes lho, Mas.

Jika di sini bilang "Wah Cou class is permanent!" Jika di sana, "Mas Cou ganteng bwanget. Dede suka anju." Hakul yakin mas bakal betah.

Lebih yakin jika klab dapat kucuran dana untuk beli ratusan pemain yang bakal flop di musim selanjutnya!

SALAM, MSG, PEMILIK KLAB
YNWA

Begitu isinya. Seharusnya judulnya saya ganti: SURAT MENDEBARKAN UNTUK MAS COUTINHO, NOMOR 10 BUAT ANDA NGACENG. Tetapi saya sadar jika tulisan saya ini yang baca bukan cuma kaum berpenis saja.

Ya sudah. Next year our year, ya to?

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini