Home » , » Nobar Pengkhianatan G30S PKI Kudu Cepat dilaksanakan!

Nobar Pengkhianatan G30S PKI Kudu Cepat dilaksanakan!

Oleh: Gusti Aditya

Presiden kita sudah bersabda, maka berbahagialah rakyatnya. Entah, ndak tahu rakyat yang mana. Mungkin rakyat yang hidup di grub Facebook "Pecinta F**". Saya salah satunya, karena saya bergabung di grub itu atas dasar kurang lucunya OVJ di era sekarang. Ya gimana ya, lha grub itu isinya lucu sekali. Lebih lucu dari orang Umroh selama berbulan-bulan. Serius, saya bahagia.

Kembali lagi ke bahasan semula, Pakdhe Jokowi bersabda bahwa film Pengkhianatan G30S PKI akan dibuat versi milenial. Ya, setali tiga uang dengan Warkop DKI ala Tora Sudiro yang membuat masyarakat bersuka cita lantaran akting yang menawan dan cerita fiksi di dalamnya. Bisa dibayangkan bagaimana kerennya film ini menilik visualisasi film di Indonesia sudah setara dengan film-film di bagian Barat sana. Darah di mana-mana, daging berserakan dan fakta entah bersembunyi kemana.

Aidit yang merokok, walau itu adalah hoax karena Aidit itu bukan perokok, sebagai gantinya Aidit sedang ngevape. Rasakan betapa milenialnya tokoh antagonis paling keji di film ini. Rambutnya di pomade seperti Alex Turner, pakai tuxedo dan parfum-parfuman ala mafia-mafia Amerika Latin. Lagu pengirinya Despacito, beserta penari latar yang seksi bukan main. Betapa artsy film ini.

Berikutnya, adegan para Gerwani yang sedang menyilet seorang jendral sambil nyanyi Genjer-Genjer di dalam kereta, itu kurang milenial. Gak bingit. Saran saya sih lebih baik lagunya diganti Payung Teduh, Akad. Walau tidak nyambung, tetapi niscaya, pesan milenial ala Pakdhe itu akan diterima dengan baik oleh anak-anak indie masa kinie.

Eh, tapi saya pribadi kasihan dengan Payung Teduh, bukan tidak mungkin pada tahun 2040 lagu Akad akan di cap antek komunis dan PKI oleh generasi ajinomoto selanjutnya. Huft.

Masuk jajaran box office sudah dijamin. Di mana sebuah hiburan bukan didapat dengan membayar, namun diperoleh secara paksaan. Cintaku di Kampus Biru, Warkop DKI dan film-film Suzzanna mendapatkan penontonnya dengan cara yang santun, para penonton dengan ikhlas mengeluarkan uangnya untuk mendapatkan hiburan. Jika film G30S PKI ini menjadi tontonan wajib anak sekolah. Setelah pulang sekolah anak-anak digiring ke XXI untuk nonton.

Ha mbok hakul yakin bakal diterima, lha wong supporteran yang panas-panasan saja mereka senang, apa lagi nonton film aksi nan fiksi macam Fast Furious ini. Jadi, betapa ngerinya, kan? Perusahaan produksi mana yang akan menolak proyek ini? Ya, mungkin perusahaan produksi yang takut dosa karena berbohong. He he.

Lalu bagaimana dengan aktornya? Jika anda semua berpikir Reza Rahardian yang memerankan sang jendral, nampaknya akan sedikit susah. Reza ini menurut saya adalah aktor yang cerdas. Ia cinta damai dan tidak menutup mata akan fakta yang ada. Contohnya ketika ia diwawancarai Hitam Putih, hingga meneteskan air mata saat ditanya tentang Indonesia kini yang riweuh memikirkan demo ketimbang kemajuan.

Jika dipaksa untuk memilih peran dalam film ini, ya jelas dia akan memilih menjadi Aidit Suharto karena dialah Messiah tokoh utama penyelamat bumi nusantara. Tapi saya bohong, biar kayak film ini.

Tapi serius, saya lebih suka tokoh Aidit dimainkan oleh Agus Kuncoro. Sosok Akum dalam dunia terbalik ini menurut saya adalah aktor bunglon kedua setelah Reza. Ya, hanya masalah umur saja dengan Reza, tapi mbok yakin Agus akan yahud jika memainkan peran Aidit.

Kemudian soal judul, apakah akan tetap menggunakan Pengkhianatan G30S PKI? Atau ditambahi kata-kata 'reborn'? Yakin, nih, PKI reborn? Atau ada sebagian orang yang ketakutan sehingga sesuatu yang sudah mati dihidup-hidupkan?

Ya ya ya, di balik getirnya bangsa ini, saya hanya ingin memutar kenangan kita mengapa film ini dicekal setelah orde baru runtuh. Katanya, film ini tidak sesuai dengan fakta. Apakah PKI yang berkata seperti itu? Bukan, tapi TNI AU. Dan kini, sebagian dari 'mereka' ingin memutarnya kembali, nonton bareng di lapangan dan membuat versi kekiniannya.

Jika ditanya setuju atau tidak, ya jelas saya setuju. Tetapi, saya sih lebih baik nunggu full HD-nya di layarkaca21 aja.

0 komentar:

Post a Comment

close
Banner iklan disini