Home » , » Dilanku dari Banguntapan (2): Piyan vs Nandan

Dilanku dari Banguntapan (2): Piyan vs Nandan

Oleh: Galih Rio Pratama

Baca dulu seri awalnya Dilanku dari Banguntapan: Betis Milea Meledak. Udah banyak yang minta lanjut dan udah ada 2 ribu viewers juga. Terimakasih udah mau baca.

***

Milea pun semakin bingung dengan tingkah Dilan. Ia mengipasi tubuhnya yang kelelahan karena mendorong motornya yang mogok karena belum dipanaskan. Ia kemudian cek hape dan ada notifikasi di hpnya;

"Milea, walau nyablak kayak Omas, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Gak tahu sepulang sekolah. Lihat aja," ujar Dilan dalam kolom chat line miliknya.

"Lain," notifikasi hape Milea kembali berbunyi, dan Dilan mengirimkan stiker Tantan bayi setan sedang tertawa.

"Lain," ada notifikasi masuk lagi, masih dengan Dilan. "Maaf salah kirim, itu buat Piyan. Habis dia belum bayar gorengan di warung Bi Eueum Aweu Aweu."

"Apaan sih anjir," pekik Milea tertahan. Ada perasaan getir, takut sekaligus penasaran.

***

Piyan berlari di koridor sekolah. "Hahh.... Hahh... A...ada Mimin?" Ia berhenti dan menepuk punggung Nandan dengan kecapaian.

"Mimin saha ai maneh," Nandan menjawab dan membenarkan kacamatanya.

"Mu....murid baru.... anjir woi narator adegan minum dulu napa," bentak Piyan kepada saya.

"Oke," ujar saya.

Nandan pun memberikan botol minum kepada Piyan yang terlihat begitu letih karena berlari-lari mengejar waktu agar Milea tidak pulang duluan.

"Murid baru. Masak kamu tidak tahu."

"Oh," Nandan terlihat cuek karena tahu yang dimaksud Piyan adalah Milea.

"Mana dia? Ada perlu. Urgent."

"Ada urusan apa?"

"Oh, kata yang nitip pesen, kalok ada yang nanya 'ada urusan apa' aku disuruh jawab urusan masa depan seseorang."

>>>RAHASIA!! DOWNLOAD AVENGERS: INFINITY WAR BLURAY 480P 720P 1080P<<<

"Uww... So cute. Ah, eh, maksud aing teh dari saha surat eta?"

"Dari Dilan?" Tiba-tiba Milea keluar dari kelas dan menghampiri Piyan.

"Iya, neng. Ini dari Dilan buat eneng. Katanya kalok enggak segera diterima keburu kadaluarsa."

"Ih, emang makanan."

"Kata Dilan, jangan dimakan."

"Lu Piyan ape Dilan?"

"Pidil."

"Pidil Baek."

"Goks!"

***

Di rumah, Milea membuka surat dengan perlahan. Penuh harap namun banyak cemasnya. Ia berdoa semoga bukan surat cinta karena ia bingung harus membalas apa. Atau ini surat ancaman karena aku menyebutnya Duloh? Ah, Dilan!

Aku buka suratnya. Penuh dengan doodle di samping kertasnya. Milea pun tersenyum. "Buset gaya preman tapi gambar tedy bear dengan tegas dan penuh penghayatan tapi pitch control nya banyak yang lepas......aku sih yes, gak tahu kalau Mas Anang. Lihat aja nanti. Lah!"

Dan surat itu bertuliskan;

"Aku tak tahu, ini benar cinta atau hanyalah pelampiasan kesepian semata. Hadirnya aku dalam kehidupanmu -- atau aku dalam kehidupanmu adalah sebuah kesulitan yang sama sekali tidak diharapkan. Sunyi dan sepi adalah saat di mana seseorang yang salah datang. Apakah itu dirimu, Milea?

Di atas adalah contoh puisi yang menunjukan sebuah rasa.... 
A. Resah
B. Cinta
C. Ini udah pulang sekolah dan aku masih belum cinta kamu. Gak tahu kalau besok. Lihat aja. Aku ramal, besok kita akan ketemu. 
D. Jangan senyum-senyum, nanti ada yang suka. Soalnya senyum kamu manis."

"Gokil ini cowok. Di Jakarta kaga ada nih yang modelnya begini. Palingan surat isinya puisi kutipan karya Chairil Anwar yang isinya aku ini binatang jalang dari kumpulan yang terbuang. Gokil lu, Duloh!" Ujar Milea dan memeluk suratnya tersebut.

Bersambung

0 komentar:

Post a Comment